Alasan Presiden Jokowi Fokus Kembangkan Sekolah Vokasi

Taufik Budi, Jurnalis · Rabu 13 Maret 2019 12:59 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 13 320 2029330 alasan-presiden-jokowi-fokus-kembangkan-sekolah-vokasi-fK1s6PQqc9.JPG Groundbreaking Sekolah Vokasi (Foto: Taufik/Okezone)

SEMARANG - Presiden Joko Widodo (Jokowi) disebut sangat fokus untuk mengembangkan sekolah vokasi. Pendidikan vokasi menunjang pada penguasaan keahlian terapan tertentu, sehingga dapat menjawab tantangan zaman dan kebutuhan industri.

"Banyak contoh negara-negara besar yang maju karena vokasi. Presiden (Jokowi) berulang-ulang kali, tidak hanya 1 kali mungkin 10 kali, mengharapkan Kita mengembangkan vokasi," ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat menghadiri peletakan batu pertama Gedung Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (Undip) di Semarang.

"Dan vokasi itu memberikan satu return (lulusan) yang baik apalagi lapangan kerja di kita hanya sekali," tambah pria yang tercatat sebagai Ketua Presidium Perhimpunan Ikatan Alumni Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (HIMPUNI) tersebut.

Baca Juga: Menperin Airlangga: Pelaku Industri Harus Investasi untuk Vokasi

Dia pun menyampaikan apresiasi terhadap pihak swasta yang turut mengembangkan dunia pendidikan. Dengan langkah tersebut, diharapkan terjadi sinergi antara pihak kampus dengan korporasi.

"Saya menyampaikan selamat kepada Undip, dan terima kasih kepada Sinar Mas dan Astra. Semoga apa yang dilakukan ini memberikan satu value (nilai) baru bagi bangsa dan ditiru di tempat lain, oleh swasta yang lain, dan oleh universitas yang lain," tukas dia.

Sementara itu, Managing Director Sinar Mas Gandi Sulistiyanto, menyatakan, pihaknya berkomitmen untuk mendukung dunia pendidikan. Pihaknya lantas berkontribusi mendukung berdirinya bangunan kampus empat lantai seluas 6.000 meter persegi, bernilai keseluruhan Rp40 miliar.

"Kami merasakan benar ketika industrialisasi dipacu, kebutuhan sumber daya manusia berkualitas meningkat tinggi. Sementara ketersediaan angkatan kerja berbasis pendidikan vokasi berada di bawah kebutuhan sektor industri. Kemitraan seperti ini dapat menjadi salah satu solusinya,” katanya.

vokasi

Pembangunan kampus yang meliputi sayap kiri, berikut area selasar kampus nantinya menaungi ruang Pengelolaan Dekanat, ruang Administratif, ruang Departemen Sipil & Perencanaan, ruang Departemen Teknologi Industri, ruang Departemen Bisnis & Keuangan, dan juga ruang Departemen Informasi & Budaya Diharapkan seluruh proses pembangunan tuntas pada tahun depan.

“Kami mengharapkan kurikulum pendidikan vokasi semakin sejalan dengan kebutuhan serta dinamika sektor industri, termasuk dalam menjawab disrupsi teknologi,” lugasnya.

Rektor Undip, Prof Yos Johan Utama, menyampaikan terima kasih atas peran serta swasta untuk membantu pembangunan gedung di kampusnya. Mahasiswa di Sekolah Vokasi jumlahnya disebut paling banyak dibanding dengan fakultas-fakultas lain, yakni mencapai lebih dari 7.000 orang.

"Terima kasih Pak atas bantuan ini. Daya selalu ingat dan saya kaji betul bahwa tidak ada suatu perusahaan yang bangkrut ketika dia banyak menyumbang ke dunia pendidikan. Itu rumus Pak. Kalau perusahaan itu tidak pelit sama pendidikan, tambah sukses, semakin banyak (bantuan) semakin sukses. Makanya kami tidak menolak kalau ada sumbangan lain," ucapnya yang disambut tawa audiens.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini