nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Industri Keramik Minta Harga Jual Gas Disamakan USD7,98/MMBTU

Kamis 14 Maret 2019 20:20 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 14 320 2030128 industri-keramik-minta-harga-jual-gas-disamakan-usd7-98-mmbtu-Q8AOomJbn4.jpg Pipa Gas PGN (Foto: PGN)

JAKARTA - Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) minta agar harga jual gas sebagai bahan bakar industri tersebut bisa ditetapkan sama rata di seluruh Indonesia.

Ketua Umum Asaki Edy Suyanto dalam Pameran Keramika 2019 di Jakarta, Kamis, mengatakan harga jual gas di Indonesia ditetapkan tidak sama sehingga industri keramik tidak berkembang secara merata.

Dia merinci, harga gas di Jawa Timur misalnya sebesar USD7,98 per mmbtu, di Jawa Barat sebesar USD9,1 per mmbtu dan di Sumatera Utara sebesar USD9,3 per mmbtu.

"Kami tidak minta sesuatu di luar kemampuan pemerintah. Kalau bisa disamakan saja jadi USD7,98 per mmbtu," katanya, dikutip dari Antaranews, Jakarta, Kamis (14/3/2019).

Baca Juga: Tips Aman Pakai Jargas Ala Wamen ESDM

Edy menuturkan, industri memahami sulitnya pemerintah memenuhi janji untuk menurunkan harga jual gas menjadi sebesar 6 dolar AS per mmbtu guna mendorong industri.

Oleh karena itu, dunia usaha menginginkan agar ada jaminan keberlanjutan usaha dengan ketetapan harga yang serupa se-Tanah Air.

Pasalnya, menurut Edy, harga jual gas yang sama di seluruh negeri diharapkan dapat mendorong peningkatan kapasitas produksi industri keramik sehingga dapat memenuhi pasokan dalam negeri dan ekspor.

"Intinya kami ingin 'sustain' (berlanjut). Yang penting penyalur gas dan kami juga bisa tumbuh bersama sehingga harus punya harga gas yang 'win-win'," katanya.

Baca Juga: RI Gandeng Amerika dan Jepang Kembangkan Gas Alam Cair

Edy mengatakan disparitas harga jual gas di Indonesia membuat sejumlah perusahaan tidak berani berkembang.

Misalnya saja, industri keramik di Sumatera Utara yang harus terbebani harga gas 9,3 dolar AS per mmbtu akhirnya tidak mampu meningkatkan kapasitas produksinya. Industri itu hanya beroperasi untuk memenuhi kebutuhan daerah dan tidak berani mengekspor sehingga usahanya tidak berkembang.

"Kalau harganya sama, biarlah semua bertarung dari segi kreativitas, desain dan kualitas. Kalau bisa diberi harga gas yang sama dengan di Jawa," katanya.

(fbn)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini