nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bangun Perumahan di Aljazair, WIKA Dapat Modal Rp187,7 Miliar dari LPEI

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 27 Maret 2019 19:52 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 27 470 2035811 bangun-perumahan-di-aljazair-wika-dapat-modal-rp187-7-miliar-dari-lpei-xxoNchWs1R.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) menerima pembiayaan dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEl) atau Indonesia Eximbank senilai Rp187,7 miliar untuk proyek pembangunan perumahan bersubsidi di Aljazair. Pembiayaan ini diberikan dalam bentuk Kredit Modal Kerja Ekspor (KMKE) melalui skema National Interest Account (NIA).

Perusahaan BUMN ini memiliki proyek pembangunan 1.700 unit rumah bersubsidi (Iogement) oleh di Baraki dan El-Harrach wilayah di Kota Algier. Juga 2.250 unit rumah di Ain Defla dan Khemis Miliana di Kota Blida. Adapun nilai keseluruhan kedua proyek tersebut USD100 juta atau Rp1,4 triliun (dengan kurs Rp14.000 per USD).

Direktur Operasional Wijaya Karya Destiawan Soewardjono menyatakan, pembiayaan dari LPEI memiliki peran penting dalam pengerjaan bisnis perseoran di luar negeri. Pihaknya pun sudah lama menantikan pembiayaan ini.

"Kami sangat senang dan bahagia karena pada akhirnya keinginan kami terkabul, yakni mendapatkan pembiayaan dari LPEI. Kami juga mengharapkan LPEI juga bisa backup Wika sehingga langkah kami bisa lebih jauh lagi di proyek di luar negeri," katanya, dalam acara penandatangan pembiayaan di Kantor LPEI, Jakarta, Rabu (27/3/2019).

Dia menambahkan, dukungan LPEI dalam pembiayaan modal kerja ekspor merupakan bentuk kerja sama yang menunjukkan nilai strategis berupa dukungan pemerintah kepada sektor jasa konstruksi nasional. Khususnya dalam meningkatkan daya saing pada pembangunan proyek-proyek infrastruktur di luar negeri.

ā€¯Selain itu, merupakan langkah kongkrit untuk meningkatkan ekspor dan investasi ke negara non tradisional melalui pemanfaatan dana NIA, termasuk melalui pemanfaatan peluang bisnis turunan," jelasnya.

Baca Juga: Wika Beton Bagi Dividen Rp17,5 per Saham

Sementara itu, Direktur Eksekutif LPEI Sinthya Roesly mengatakan, pembiayaan ini merupakan bentuk dukungan untuk meningkatkan volume nilai ekspor Indonesia. Selain itu, juga untuk menciptakan dan meningkatkan transaksi perdagangan kedua negara di bidang infrastruktur dan konstruksi, khususnya untuk negara tujuan ekspor non tradisional.

"Pembiayaan ini merupakan fasilitas yang disediakan pemerintah melalui Kementerian Keuangan yang diamanatkan pada LPEI. Ini untuk dukung ekspor nasional, khususnya di Aljazair. Di mana kita defisit karena impor migas cukup tinggi, sedangkan ekspor tidak terlalu besar," jelasnya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menambahkan, proyek pembangunan rumah bersubsidi di Aljazair oleh Wika ini akan memberikan multiplier effect bagi Indonesia. Diantaranya mendorong strategi peningkatan ekspor ke negara non tradisional, serta membuka lapangan dan kesempatan kerja langsung bagi 1.343 tenaga kerja Indonesia.

"Kita berharap ini merupakan salah satu bentuk misi untuk mengekspor jasa kontruksi ke negara-negara yang dianggap non tradisional," katanya.

Baca Juga: WIKA Incar Kontrak di Dubai dan Taiwan Rp2,5 Triliun

Manfaat lainnya, berupa peningkatan nilai ekspor serta daya saing produk dan jasa Indonesia khususnya jasa konstruksi di pasar internasional, penetrasi pasar ke kawasan Afrika, serta meningkatkan nilai perdagangan bilateral Indonesia.

"Terutama dengan Aljazair yang dimana kita memiliki neraca perdagangan yang negatif, sebab negara ini pengekspor minyak dan gas yang termasuk cukup penting di dunia dan kita mengimpor dari Aljazair. Shingga dengan adanya kegiatan ekspor jasa termasuk kontruksi ini akan bisa mengurangi defisit transaksi perdagangan Indonesia dengan Aljazair," paparnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini