Sri Mulyani: Daya Saing Infrastruktur Indonesia Masih Tertinggal dari Malaysia

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 28 Maret 2019 13:55 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 28 320 2036121 sri-mulyani-daya-saing-infrastruktur-indonesia-masih-tertinggal-dari-malaysia-yyn2xrVLLi.jpeg Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: Yohana/Okezone

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, meski pembangunan infrastruktur terus digenjot namun daya saing atau competitiveness index infrastruktur Indonesia masih tertinggal jika dibandingkan dengan Malaysia. Hal itu menunjukkan pentingnya untuk terus mengejar ketertinggalan infrastruktur.

Dia mengatakan, PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) memiliki peran penting dalam pencapaian infrastruktur di Indonesia. Dalam 10 tahun berdiri, SMI memang telah mengucurkan pembiayaan pada proyek infrastruktur sebesar Rp533,6 triliun. Namun peran ini perlu lebih digenjot untuk pembangunan Indonesia.

"Jika melihat negara lain, enggak usah jauh-jauh, lihat tetangga kita Malaysia. Dilihat dari global competitiveness index infrastrukturnya saja mereka ada di rangking 30, kita ada di rangking 71," ujarnya dalam acara Satu Dasawarsa PT SMI di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (28/3/2019).

Baca Juga:  PT SMI Kucurkan Rp533 Triliun untuk Pembiayaan Infrastruktur

Tentunya rangking ini bukan sesuatu yang membanggakan. Oleh sebab itu, pihaknya meminta PT SMI untuk turut mendorong pembangunan agar lebih lebih baik. Meski Indonesia sendiri diakuinya memiliki tantangan karena luas yang lebih besar dari Malaysia, dengan juga adanya ribuan pulau.

"Maka perlu semangat untuk membangun, khususnya dari para generasi milenial. Anda boleh berargumentasi Malaysia lebih kecil dari kita, dia enggak punya 17.000 pulau, juga penduduknya enggak sampai 267 juta, wilayahnya tidak sebesar 8,3 juta km. Lautnya saja lebih banyak kita," jelas Sri Mulyani.

Kendati demikian, argumentasi tersebut menurutnya hanya alasan semata untuk enggan melakukan sesuatu. Hal itu merupakan karakter manusia pada umumnya, terlebih pada generasi milenial.

"Anda sangat mudah mencari alasan panjang sekali untuk mengatakan memang kita di peringkat 71, enggak apa-apa kalau Malaysia peringkat 30. Namun, jangan pernah memiliki karakter untuk selalu mencari alasan dulu untuk tidak melakukan sesuatu," tegasnya.

sri mulyani

Lebih lanjut, dia mengatakan, hal terpenting adalah memerangi alasan-alasan yang selalu dibentuk oleh pikiran untuk tidak membuat suatu pekerjaan baik. "Apapun alasannya sehingga kemudian mengurangi semangat kita untuk memiliki keinginan membuat solusi," tegas dia.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menambahkan, generasi muda memiliki peran penting dalam pembangun Indonesia. Oleh sebab itu, dirinya menginginkan sumber daya manusia milenial PT SMI memiliki semangat besar untuk melakukan perubahan-perubahan.

"Diharapkan bisa membangun semangat memerangi sikap yang selalu mencari alasan bahwa ini tidak bisa dan terlalu sulit. Share your best. Indonesia itu berhak mendapatkan suatu pencapaian dan merindukan untuk bisa mencapai itu," katanya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini