nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fakta-Fakta Inflasi Maret, Biang Keroknya Harga Tiket Pesawat

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Sabtu 06 April 2019 08:34 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 05 320 2039591 fakta-fakta-inflasi-maret-biang-keroknya-harga-tiket-pesawat-DN4gspLLBj.jpg Inflasi (Ilustrasi: Halomoney)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Maret 2019 terjadi inflasi sebesar 0,11% (month to month/mtm). Berbalik dari posisi pada Februari 2019 yang mengalami deflasi 0,08%.

Kepala BPS Suhariyanto menyatakan, salah satu pendorong terjadinya inflasi yakni tingginya harga tiket pesawat yang terjadi pada periode Februari hingga Maret. Kontribusinya terhadap inflasi nasional sebesar 0,30%.

Pemerintah sendiri tengah mengupayakan penurunan harga tiket pesawat dengan melakukan imbauan kepada pihak maskapai. Selain itu, kebijakan pun dikeluarkan dengan menaikkan Tarif Batas Bawah (TBB) menjadi 35% dari sebelumnya 30% sejak 30 Maret 2019. Hal ini dilakukan agar maskapai tak saling perang harga yang merugikan mereka.

Berikut beberapa fakta terkait inflasi yang dipicu oleh mahalnya tarif angkutan udara yang dirangkum Okezone:

Baca Juga: BPS: Inflasi Gara-Gara Harga Tiket Pesawat Tak Wajar

Inflasi Didorong Harga Tiket Pesawat yang Mahal

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, pada tingkat inflasi Maret yang sebesar 0,11% kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami inflasinya yakni 0,10% dengan andil pada inflasi nasional sebesar 0,02%.

Pada kelompok itu, komoditas yang menyumbang inflasi terbesar yakni angkutan udara alias pesawat yang tercatat sebesar 0,03%.

Menurut pria yang akrab disapa Kecuk itu, pemicu inflasi angkutan udara dikarenakan mahalnya harga tiket angkutan udara. Kendati demikian, dia berharap pada bulan April terjadi penurunan harga, sebab pemerintah sudah mengatur dengan menaikkan batas tarif bawah dari 30% menjadi 35%.

"Kita tahu angkutan naik yang tidak biasa antara Februari dan Maret tapi Pemerintah mengeluarkan aturan dengan menaikkan tarif batas bawah," ujarnya di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (1/4/2019).

bps

Inflasi Tertinggi Terjadi di Kota Ambon

BPS mencatat berdasarkan pemantauan dari 82 kota di seluruh Indonesia, sebanyak 51 kota mengalami inflasi, sedangkan 31 kota mengalami deflasi.

Pantauan BPS menyebut, deflasi terendah terjadi di Palembang, Batam, dan Sampit sebesar 0,01%, sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Tual sebesar 3,03%. Sebaliknya, inflasi terendah terjadi di Bekasi dan Tangerang sebesar 0,01%, sedangkan inflasi tertinggi terjadi di Ambon sebesar 0,86%.

Kecuk menyatakan,tingginya inflasi Ambon juga dipicu adanya kenaikan tiket pesawat."Menurut kota tertinggi inflasi di Ambon 0,86%. Kalau kita telusuri ke dalam penyebab adalah tarif angkutan udara," jelasnya.

5 Kota dengan Inflasi Tiket Pesawat yang Tinggi

Dari angka inflasi tiket pesawat sebesar 0,30%, BPS memberikan contoh 5 kota yang mengalami kenaikan harga tiket pesawat dengan tinggi. Pertama adalah Kota Tual, meski kota ini secara keseluruhan mengalami deflasi, namun tetap mengalami inflasi pada komoditas tiket pesawat sebesar 32,14%.

Lalu Kota Bungo di Jambi dengan inflasi tiket pesawat mencapai 27,38%, kemudian Ambon sebesar 20,83%, Kota Malang dengan inflasi 14,13%. Kemudian yang terakhir adalah Manokwari dengan inflasi sebesar 13,2%

"Ini adalah beberapa contoh di mana angkutan udara inflasinya masih cukup tinggi," ujarnya Kepala BPS Suhariyanto.

Tiket Pesawat Bukan Penyumbang Utama Terjadi Inflasi

Dia menjelaskan, memang tarif tiket pesawat menyumbang inflasi pada Maret 2019 namun bukan komoditas utama. Faktor utama pendorong inflasi adalah kelompok kesehatan dan sandang.

"Jadi ini (tiket pesawat) memberikan kontribusi tapi bukan yang utama ya," ucapnya.

Akan tetapi, lanjut Kecuk, kenaikan angka inflasi pada transportasi udara ini sangat tidak wajar. Mengingat jika pengalaman tahun-tahun sebelumnya,angka inflasi dari transportasi udara seharusnya mengalami penurunan.

Di menjelaskan, biasanya pengaruh kenaikan tiket udara pada inflasi sendiri terjadi pada masa-masa libur panjang dan sekolah. Seperti pada saat natal dan tahun baru, lebaran dan puasa, sedangkan pada Maret ini tidak terlalu banyak libur.

"Biasanya angkutan udara ini adanya di Januari, tapi ternyata masih ada juga di Februari, kemudian sampai Maret juga masih terasa 0,03%," ucapnya.

bps

Mahalnya Tiket Pesawat Berimbas Penurunan Penumpang

Sejalan dengan terjadinya inflasi pada harga tiket pesawat, BPS juga mencatat jumlah penumpang transportasi udara mengalami penurunan per Februari 2019. Seperti diketahui, harga tiket pesawat mengalami kenaikan tinggi sepanjang periode Februari-Maret 2019.

Kecuk menyebut, penurunan penumpang sekitar 15,64% menjadi 5,63 juta, turun jauh dari posisi Januari 2019 yang sebanyak 6,6 juta. Penurunan ini alasannya, karena mahalnya harga tiket pesawat sehingga mengurangi minat masyarakat untuk menggunakan moda transportasi tersebut.

"Memang persoalan harga tiket yang menjadi keluhan, itu terlihat di berbagai airport," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini