nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tumbuh 30%, BRI Optimistis Terbitkan 350.000 Kartu Kredit Baru

Koran SINDO, Jurnalis · Kamis 11 April 2019 11:29 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 11 278 2041937 tumbuh-30-bri-optimistis-terbitkan-350-000-kartu-kredit-baru-zczAcg8QJE.jpg Bank BRI (Foto: Okezone)

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) optimistis pada 2019 dapat menerbitkan sekitar 350.000 kartu kredit baru atau tumbuh sekitar 30%.

Keyakinan ini seiring dengan peluncuran kartu kredit BRI Agro bersama dengan anak perusahaannya, PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk. Hingga akhir Februari 2019, perseroan telah menerbitkan lebih dari 1,7 juta kartu kredit. Direktur Konsumer BRI Handayani mengatakan, kartu kredit BRI Agro menawarkan berbagai promo menarik di merchant pilihan yang telah bekerja sama dengan Bank BRI seperti fasilitas cicilan 0% hingga 24 bulan, free executive lounge dengan redeem BRI Point, fitur auto payment untuk pembayaran tagihan, hingga free annual fee pada tahun pertama.

Baca Juga: Manjakan Milenial, BRI Luncurkan Aplikasi BRImo

“Nasabah dapat memperoleh kartu kredit ini dengan mengajukan di seluruh jaringan kantor BRI Agro yang berjumlah lebih dari 40 Kantor,” kata Handayani saat peluncuran kartu kredit BRI Agro di Jakarta kemarin. Dia melanjutkan, kerja sama BRI Agro dengan Bank BRI memang terus dilakukan, sebelumnya induk dan anak usaha ini meluncurkan produk layanan dan jasa keuangan digital dengan nama PINANG. Selain itu, jaringan e-channel BRI Agro dengan Bank BRI juga telah terintegrasi yang memungkinkan kartu ATM BRI Agro dapat digunakan di lebih dari 22.000 ATM BRI. Ke depannya, BRI akan terus berkolaborasi dengan anak perusahaan untuk menghadirkan one stop integrated financial solution.

“Dengan demikian, dapat memberikan layanan dan produk keuangan terbaik untuk masyarakat Indonesia,” tukas Handayani. Direktur Utama BRI Agro Agus Noor Santo menambahkan, kartu kredit BRI Agro yang diluncurkan bersama dengan Bank BRI merupakan salah satu produk hasil kolaborasi BRI Group, khususnya antara Bank BRI dan BRI Agro. “Adanya kartu kredit ini dapat memberikan kemudahan Nasabah BRI Agro dalam bertransaksi dan dengan berbagai promo menarik kartu kredit BRI akan meningkatkan loyalitas nasabah terhadap BRI Agro,” paparnya.

Di tempat terpisah, BRI beserta perusahaan anak yang tergabung dalam BRI Group juga bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) menggelar Work shop Go Public Bersama BRI Group dengan tema Akselerasi Pertumbuhan Berkelanjutan Perusahaan Melalui IPO Saham. Acara ini diikuti oleh lebih dari 70 debitur BRI Group dan bertujuan mendukung dan mendorong perusahaan di Indonesia untuk lebih maju dan berkembang dengan cara pendanaan baik melalui pendanaan perbankan maupun pasar modal. Direktur Ritel dan Menengah Bank BRI Supari mengungkapkan, acara ini merupakan upaya Bank BRI mendukung program BEI untuk meningkatkan jumlah perusahaan tercatat di lantai bursa.

kartu kredit

Dengan adanya acara ini, perseroan berharap dapat meningkatkan awareness mengenai manfaat go public, khususnya bagi debitur yang belum go public. “Di samping itu, Bank BRI berupaya untuk memberikan added value terkait pelayanan pasar modal yang dapat diberikan BRI Group kepada nasabah melalui kerja sama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI),” imbuhnya. Saat ini BRI Group memiliki layanan keuangan yang terintegrasi kepada debitur terkait pelayanan pasar modal yang dapat dimanfaatkan oleh nasabah, khususnya dengan hadirnya PT Danareksa Sekuritas yang sudah menjadi bagian dari Bank BRI.

Di samping Dana reksa Sekuritas, saat ini Bank BRI telah memiliki beberapa perusahaan anak, di antaranya BRI Syariah, BRI Life, BRI Finance, BRI Agro, BRI Remittance, dan BRI Ventures. Dari tujuh perusahaan anak yang dimiliki Bank BRI, BRI Syariah telah melakukan initial public offering (IPO) pada Mei 2018. Dia menuturkan, setelah IPO kinerja BRI Syariah pun semakin meningkat di mana perseroan berhasil mengantongi laba bersih sebesar Rp106,6 mi liar, naik dari laba tahun sebelumnya sebesar Rp101 mi liar. Sementara untuk aset tumbuh sebesar 20,20% menjadi Rp37,91 di triliun pada akhir 2018, dari Rp31,54 triliun pada 2017.

(Kunthi Fahmar Sandy)

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini