Siapapun Presidennya, Buruh Minta Pembangunan Infrastruktur Tetap Dilanjutkan

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 11 April 2019 19:27 WIB
https: img.okezone.com content 2019 04 11 320 2042218 siapapun-presidennya-buruh-minta-pembangunan-infrastruktur-tetap-dilanjutkan-x49BGG6ciF.jpg Foto Infrastruktur (Ilustrasi: Okezone)

JAKARTA - Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) meminta kepada dua pasangan calon presiden dan wakil presiden terpilih untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur. Sebab, pembangunan infrastruktur mempunyai efek domino termasuk kepada tenaga kerja.

Presiden KSBSI Mudhofir mengatakan, pembangunan infrastruktur memiliki dampak yang sangat bagus bagi para buruh. Meskipun memang efeknya tidak bisa secara langsung terasa dalam waktu dekat.

Dengan adanya infrastruktur seperti jalan tol, pelabuhan hingga bandara, maka cost logistik bisa lebih murah. Jika ongkos logistik murah, maka keberlangsungan usaha juga bisa terjaga yang akibatnya tidak akan adanya pemutusan hubungan kerja (PHK).

Baca Juga: Isu Investasi Asing dan Defisit Bakal Hot saat Debat Capres

"Memang merasakannya tidak langsung lama-lama pasti akan ada dampak. Sebelumnya kan yang kita hadapi itu masalah distribusi logisitik yang kita tahu ongkos kirim lebih mahal," ujarnya dalam acara konferensi pers di Kantor Apindo, Jakarta, Kamis (11/4/2019).

Mudhofir menambahkan, pembangunan infrasturuktur juga sangat penting untuk menarik investasi. Dengan investasi asing yang semakin banyak maka akan semakin banyak tenaga kerja yang terserap.

Baca Juga: Harapan Buruh pada Presiden Terpilih: Bangun Rusun di Kawasan Industri

Lagipula lanjut Mudhofir, jika infrasturktur tidak terbangun, maka daya saing Indonesia akan tertinggal. Khususnya dari negara tetangga seperti Vietnam yang memang saat ini tengah gencar memperbaiki perekonomiannya.

"Kalo infrastrutkur tidak dibangun kita akan ketinggalan dengan Vietnam dan sebagainya," ucapnya.

Selain infrastrutkur, dirinya juga ingin agar presiden dan wakil presiden terpilih bisa gencar menarik investasi asing. Dirinya berharap tidak hanya menanamkan uangnya saja dengan membeli surat utang, akan tetapi harus membangun kantor di Indonesia untuk menyerap tenaga kerja.

"Investasi juga harus lebih didorong," ucapnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini