nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Stabilitas Ekonomi Terjaga, Pelaku Pasar Sudah Antisipasi Hasil Pilpres

Rabu 17 April 2019 18:08 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 17 20 2044788 stabilitas-ekonomi-terjaga-pelaku-pasar-sudah-antisipasi-hasil-pilpres-f7IrngT5uU.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Insitute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai stabilitas makro ekonomi tetap terjaga sepanjang Pemilu 2019.

“Masa pemilu kali ini semua stabilitas makro ekonomi relatif terjaga, tidak ada yang perlu dikhawatirkan yang menang pasangan 01 atau 02, pasar sudah mengantisipasi jauh-jauh hari,” kata peneliti Indef Bhima Yudhistira, dikutip dari Antaranews, di Jakarta, Rabu (17/4/2019).

Dia menjelaskan siapapun yang menang dalam Pemilu 2019, pelaku pasar lebih berfokus pada stabilitas keamanan dan saat ini masih terbilang kondusif.

“Di beberapa tempat cukup kondusif, yang kita beritakan cukup rawan sejauh ini berjalan cukup lancar, mungkin ada beberapa TPS yang surat suara belum sampai atau habis, menurut saya itu minor tidak berdampak signifikan,” katanya.

Baca Juga: Harapan Pemimpin Dunia untuk Presiden Terpilih

Kondisi tersebut, menurut dia, yang menyebabkan kepercayaan pelaku pasar cukup bagus, salah satunya tren IHSG positif naik, meskipun investor asing cenderung menahan beli bersih (net buy) selama pemilu, namun itupun dinilai tidak berlangsung lama.

Bhima menuturkan kepercayaan asing juga didorong Indonesia masih menjadi pasar yang prospektif dengan pertumbuhan ekonomi rata-rata 5% di tengah guncangan perekonomian global.

Sementara itu, dari sisi nilai tukar rupiah, memang masih tertekan karena ekspor secara tahunan (year on year) 2019 turun 10,01 persen dibandingkan Maret 2018.

Baca Juga: Sri Mulyani Pede Kepercayaan Investor Akan Kembali Usai Pilpres

“Laporan neraca perdagangan surplus, tapi surplusnya semu karena ekspor secara year on year bisa berpengaruh terhadap valas di luar, tapi arus modal masuk yang saya kira masih cukup positif,” katanya.

Bhima menambahkan pergerakan nilai tukar rupiah tidak akan anjlok, yakni antara di level Rp14.000 hingga Rp14.100 per dolar AS.

Selama stabilitas keamanan terjaga, dia menuturkan, aktivitas pasar saham terutama investor asing akan tetap bergerak positif.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini