Jasa Tirta Kelola 5 Bendungan, Menteri Basuki: Tugas Mereka

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 19 April 2019 21:45 WIB
https: img.okezone.com content 2019 04 19 320 2045630 jasa-tirta-kelola-5-bendungan-menteri-basuki-tugas-mereka-j1mGIXOpHc.jpg Menteri PUPR Basuki Hadmuljono (Foto: Antara)

JAKARTA - Perum Jasa Tirta (PJT) II menyatakan minatnya untuk mengelola sejumlah bendungan dan waduk yang sudah dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Beberapa bendungan yang diincar sendiri merupakan bendungan yang bersifat idle.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, memang bendungan yang sudah dibangun oleh pemerintah nantinya akan diberikan pengelolaannya kepada pemilik air minum kemasan Jatiluhur tersebut. Artinya, Perum Jasa Tirta (PJT) II tak perlu mengajukan perubahan peraturan pemerintah bila hendak mengelola sungai dan bendungan lain.

"Mereka enggak usah minta saja, memang tugasnya mereka. PU ke situ hanya membantu," ujarnya di Jakarta, Jumat (19/4/2019).

Apalagi hal tersebut sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2010 tentang PJT II. Dimana ruang lingkup kerja perusahaan mencakup Sungai Cidanau, Ciliman, Ciujung, Ciliwung, Cisadane dan Citarum.

"Seharusnya bendungan, sungai-sungai kayak Brantas, itu PJT I itu mereka tanggung jawab. Sama kayak PJT II ini. Justru mereka dibentuk, PJT II ini harus tanggung jawab untuk operasi dan pemeliharaan, juga pemeliharaan DAS-nya," jelasnya.

Menurut Basuki, meskipun sudah ada dalam pertauran pemerintah, namun bukan berarti PJT II hanya mengelola bendungan dan waduk itu-itu saja. Sebab seperti halnya PJT I, ruang lingkup dan wilayah kerja PJT I hanya mencakup Sungai Brantas dan Bengawan Solo, namun perusahaan BUMN itu juga saat ini juga mengelola Bendungan Jatibarang di Semarang dan Waduk Kedung Ombo di Grobogan, Jawa Tengah.

"Kita serahkan itu ke PJT I karena memang mereka punya kapasitas, bukan balai. Balai itu pembangunan. Tapi kalau operasi dan pemeliharaan itu organisasinya kayak PJT," jelasnya.

Sebagai informasi sebelumnya, Direktur Utama PJT II U Saefudin Noer mengatakan, ada beberapa bendungan yang [ihaknya incar untuk dikelola. Beberapa contoh bendungan yang diincar adalah Bendunga Karian dan Sindang Heula di Banten, kemudian Bendungan Jati Gede di Sumedang.

Sebagai gambaran, hingga saat ini ada 131 sungai yang terdapat di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, hanya 15 sungai yang dikelola baik oleh PJT I maupun PJT II.

Sementara selebihnya masih ada di pemerintah atau departemen teknis.Padahal potensinya besar untuk menghasilkan reveneu yang dikelola secara lebih komersial.

Oleh karena itu, Mantan Direktur Keuangan Pelindo III itu tengah mengkaji rumusan peraturan pemerintah yang memungkinkan mereka dapat mengelola wilayah sungai lain, termasuk pengelolaan bendungan.

Sebab selama ini, wilayah pemanfaatan dan kerja mereka hanya terbatas pada dua provinsi yakni Jawa Barat dan DKI Jakarta, tepatnya Sungai Citarum, Sungai Cisadane dan Bendungan Ir Juanda atau Bendungan Jatiluhur.

"Pendapatan ini bisa digunakan untuk kepentingan perseroan menghidupi masyarakat dan menyumbang kepada PNBP, juga bisa dipakai untuk membiayai subsidi dari penyaluran air ke irigasi pertanian, ke perkampungan dan macam-macam," jelas Saefuddin

(rhs)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini