nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Duo Defisit Jadi Masalah Mendasar Ekonomi Indonesia

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 24 April 2019 13:16 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 24 20 2047408 duo-defisit-jadi-masalah-mendasar-ekonomi-indonesia-6D4NX0C6Su.jpeg Sekretaris Kemenko Perekonomian (Foto: Yohana/Okezone)

JAKARTA - Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 5,3% hingga akhir tahun ini. Terlebih jika menengok pertumbuhan ekonomi sejak 2015 trennya terus meningkat di atas 5%.

Selain itu, kondisi inflasi juga terjaga sesuai sasaran di 5,3%, didukung angka kemiskinan, pengangguran dan gini ratio yang juga turun. Fundamental ekonomi yang membaik itu bahkan terjadi di tengah gejolak ekonomi global.

Baca Juga: Defisit Transaksi Berjalan Jadi Pekerjaan Rumah BI Tahun Ini

Kendati demikian, Sekertaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono menyatakan, di tengah optimisme tersebut Indonesia masih memiliki dua masalah besar untuk bisa mendorong pertumbuhan ekonomi. Masalah tersebut yakni defisit neraca perdagangan dan defisit transaksi berjalan (currenct account deficit/CAD).

"Tahun lalu defisit neraca perdagangan menjadi yang paling tinggi. Tahun 2019 ini, masalah mengenai CAD dan defisit perdagangan masih jadi tantangan terberat kita," ujarnya dalam diskusi ekonomi di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (24/4/2019).

grafik

Susi juga menilai, ada beberapa tantangan eksternal yang perlu diwaspadai Indonesia untuk bisa menekan defisit, yakni soal kebijakan moneter Amerika Serikat, perang dagang, Brexit, hingga harga komoditas.

Oleh sebab itu, pemerintah pun berupaya menekan defisit tersebut dengan berbagai langkah kebijakan. Di mana tahun ini akan fokus pada substitusi impor, menggenjot ekspor, dan mendorong investasi.

"Kita juga sedang memperbaiki daya saing ekonomi, karena itu merupakan kunci untuk menarik investasi. Ke depan insyallah akan mengalami perbaikan yang signifikan," katanya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini