nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Inflasi April 2019 Diproyeksi Sebesar 0,32%

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 02 Mei 2019 10:06 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 02 20 2050470 inflasi-april-2019-diproyeksi-sebesar-0-32-G5QTXjDdCz.jpg Inflasi (Ilustrasi: Okezone)

JAKARTA - Pada bulan April 2019 diproyeksikan terjadi inflasi sebesar 0,32% (month to month/mtm). Angka ini lebih tinggi dari realisasi di Maret 2019 yang sebesar 0,11%.

Adapun secara tahunan (year on year/yoy) inflasi April 2019 diproyeksikan sebesar 2,71%. Meningkat dari bulan sebelumnya yang tercatat 2,48% yoy.

"Peningkatan laju inflasi itu ditopang oleh kenaikan laju inflasi harga bergejolak yang didorong oleh kenaikan beberapa harga komoditas pangan," ujar Ekonom Bank Permata Josua Pardede kepada Okezone, Jakarta, Kamis (2/5/2019).

Baca Juga: BPS Rilis Data Inflasi April 2019 Hari Ini

Di mana inflasi bawang putih sebesar 37,4% mtm, cabai merah sebesar 13,6%mtm, daging ayam sebesar 2,6% mtm, bawang merah sebesar 19,9% mtm, dan telur ayam sebesar 0,3% mtm.

Meski demikian, terdapat komoditas pangan yang mengalami tren penurunan harga. Di antaranya beras yang mengalami deflasi 0,95% mtm dan daging sapi yang deflasi sebesar 0,14%mtm.

"Di samping kenaikan laju inflasi harga bergejolak, inflasi juga didorong oleh kenaikan inflasi kelompok transportasi sejalan dengan perubahan tarif transportasi udara," jelasnya.

Josu menilai, inflasi inti diperkirakan stabil di kisaran 3,03% yoy mengingat ekspektasi inflasi dari sisi permintaan cenderung terkendali. "Hal ini ditopang oleh stabilnya nilai tukar Rupiah sepanjang bulan April yang lalu," imbuh dia.

bps

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) memperkirakan hingga akhir April 2019 terjadi inflasi sebesar 0,35% mtm. Di mana inflasi tahunan April 2019 sebesar 2,74% yoy. Hal tersebut berdasarkan Survei Pemantauan Harga (SPH) yang dilakukan BI.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan, inflasi tersebut dipicu oleh kenaikan beberapa komoditas seperti pada bawang merah, bawang putih, dan cabai. Sebaliknya, beras mengalami penurunan harga.

"Selain itu juga, ada sumbangan inflasi dari angkutan udara," katanya di Kantor Pusat BI, Jakarta, Jumat (26/4/2019).

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini