Share

Manfaat Good Corporate Governance bagi Emiten

Sabtu 11 Mei 2019 09:33 WIB
https: img.okezone.com content 2019 05 10 278 2053954 manfaat-good-corporate-governance-bagi-emiten-pmXIGk1NFa.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA – Perusahaan yang bersatus terbuka (Tbk) atau disebut emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dituntut menerapkan Good Corporate Governance (GCG). Inilah yang terutama membedakan perusahaan non Tbk dan Emiten.

Sepintas sepertinya merepotkan bagi perusahaan untuk menerapkan tata kelola perusahaan yang baik atau ber-GCG. Namun, sebetulnya dengan menerapkan GCG banyak keuntungan yang diperoleh perusahaan.

Pedoman tata kelola perusahaan terbuka yang baik diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mendorong perusahaan-perusahaan Indonesia siap bersaing di skala internasional. Pedoman tersebut diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) dan Surat Edaran OJK (SEOJK) terkait pedoman tersebut pada tahun 2015.

 Baca Juga: Emiten Dituntut Terapkan Pedoman Standar Akuntansi Baru

Ini merupakan salah satu upaya OJK untuk lebih mendorong industri jasa keuangan, khususnya pasar modal yang teratur, transparan dan mampu melindungi konsumen. Struktur dari pedoman ini terdiri atas 5 aspek, 8 prinsip tata kelola perusahaan yang baik, serta 25 rekomendasi penerapan aspek dan prinsip GCG.

Berdasarkan materi yang disampaikan Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD) dalam websitenya, risiko dan prospek emiten pada masa mendatang lebih bisa diperkirakan dengan penerapan GCG. Para pemodal jangka panjang seperti manajer investasi dan dana pensiun cenderung mencermati penerapan GCG pada setiap emiten.

GCG berawal dari konsep good governance atau kondisi pemerintahan yang baik, yang kemudian diterapkan ke dalam bentuk pengelolaan pada suatu korporasi atau perusahaan.

Ada lima aspek penting dalam GCG, yakni Profesionalitas, Tanggung jawab (responsibility), Fairness (keadilan), Transparency (transparansi) dan Accountability (akuntabilitas). Kelima aspek ini harus terpenuhi agar konsep GCG dapat berjalan dan diaplikasikan dengan baik.

 Baca Juga: Go Big With Go Public

Aplikasi GCG bermanfaat, baik untuk karyawan maupun perusahaan. Pertama, meningkatkan kualitas kerja karyawan. Dengan GCG lingkungan pekerjaan akan menjadi lebih baik. Karyawan akan merasa lebih dihargai dalam pekerjaannya.

Hal ini akan meningkatkan kualitas kerja para karyawan. Kedua, meningkatkan keterikatan kerja para karyawan. Kualitas pekerjaan dari para karyawan akan bertambah, karena karyawan memiliki keterikatan kerja yang baik dengan perusahaannya.

Ketiga, meningkatkan kinerja perusahaan dan membuat neraca perusahaan lebih baik. Sehingga kemungkinan perusahaan merugi risikonya akan menjadi lebih kecil, dibandingkan perusahaan yang tidak menerapkan GCG.

Keempat, penggunaan sumber daya yang lebih efektif. Perusahaan hanya akan menaruh karyawan yang sesuai dengan kemampuannya. Hal ini tidak terjadi tumpang tindih tugas yang mengakibatkan organisasi tidak berjalan baik.

Kelima, dapat mencegah munculnya KKN. Korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) merupakan salah satu faktor penghambat dari kemajuan suatu perusahaan. Dengan menerapkan GCG, KKN yang sering terjadi pada perusahaan dapat dikurangi.

Keenam, mencegah terjadinya turnover pada karyawan. GCG juga membuat hubungan antar perangkat perusahaan yang lebih baik.

Biasanya beberapa karyawan terutama bawahan seringkali merasa takut apabila berhadapan dengan atasannya. Namun, dengan penerapan GCG secara tepat, hal ini tidak akan tejadi. Hubungan antara perangkat perusahaan, baik horizontal maupun vertical akan menjadi lebih harmonis.

Berikutnya, GCG akan melindungi hak para pemegang saham. Para pemegang saham dapat menciptakan kebijakaan – kebijakan yang nantinya akan bermanfaat bagi perusahaan dan karyawannya. GCG juga akan meningkatkan nilai perusahaan dan menarik investor. Suatu perusahaan yang menerapkan GCG dengan baik dan optimal akan memiliki suasana dan kualitas pekerjaan yang baik.

Selain itu GCG juga dapat berpengaruh pada kondisi neraca keuangan perusahaan. Hal ini akan menjadi nilai tambah dari suatu perusahaan di mata para investor. Para investor akan lebih tertarik untuk menanamkan saham pada perusahaan yang memiliki kualitas dan suasana bekerja yang baik serta neraca keuangan yang positif. (TIM BEI)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini