Kontrak Blok Rokan Sudah Diteken, Drilling Tambahan Mulai 2020

Koran SINDO, Jurnalis · Sabtu 11 Mei 2019 14:10 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 11 320 2054359 kontrak-blok-rokan-sudah-diteken-drilling-tambahan-mulai-2020-nntm7PemEO.jpg Foto: Reuters

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) ternyata telah menandatangani kontrak bagi hasil (Production Sharing Contract/PSC) Blok Rokan. Penandatanganan kontrak Blok Rokan dengan pemerintah telah ditandatangani pada Kamis 9 Mei 2019.

”Iya, sudah, sebagai tanda setelah kontrak Chevron berakhir berarti Pertamina. Jadi, ini tanda tangan PSC,” ujar Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto, di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, penandatanganan kontrak telah dilakukan sebagai tindak lanjut kelengkapan administrasi. Pasalnya, untuk seluruh proses telah dilaksanakan sebelumnya.

”Prosesnya sudah lama selesai. Penandatanganan ini untuk penyelesaian secara administrasi saja,” ujar dia.

 Baca Juga: Transisi Blok Rokan, Pertamina Bangun Pipa Minyak Baru

Hal senada dikatakan Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi. Pihaknya menyatakan penandatanganan PSC hanya formalitas.

Pasalnya, seluruh proses administrasi telah dirampungkan pada akhir Juli 2018 lalu. Perseroan juga telah menyetorkan bonus tanda tangan serta jaminan pelaksanaan (performance bond).

”Semua proses telah berjalan sesuai aturan,” tandasnya.

Sementara itu, Deputi Perencanaan SKK Migas Jaffee Arizon Suardin menjelaskan ada banyak langkah yang dilakukan SKK Migas dan Pertamina untuk bisa menjaga produksi Blok Rokan.

 Baca Juga: Cerita Menteri Jonan RI Kuasai Blok Rokan hingga Freeport

Ia mengatakan saat ini SKK Migas tengah berdiskusi langsung dengan Chevron dan Pertamina untuk melakukan yang pertama, asset integrity pipeline, yaitu penggantian pipa-pipa lama.

”Fokus berikutnya adalah bagaimana caranya supaya drilling tambahan bisa dilakukan dan dimulai tahun ini atau tahun depan. Kemudian EOR bisa dimulai, karena itu program jangka menengah dan panjang jadi bisa secepatnya dilakukan,” kata Jaffee.

Sebagaimana diketahui, penunjukan Pertamina sebagai operator Blok Rokan telah dilakukan pada 31 Juli 2018. Penetapan tersebut didasari dengan signature bonus yang disodorkan Pertamina sebesar USD784 juta atau sekitar Rp11,3 triliun dan nilai komitmen pasti lima tahun pertama sebesar USD500 juta atau Rp7,2 triliun.

Blok Rokan termasuk blok migas yang bernilai strategis. Produksi migas Blok Rokan menyumbang 26% dari total produksi nasional. Blok yang memiliki luas 6.220 kilometer itu memiliki 96 lapangan, tiga lapangan menghasilkan minyak sangat signifikan, yaitu Lapngan Duri, Lapangan Minas, dan Lapangan Bekasap.

Blok Rokan dikelola Pertamina melalui anak usaha PT Pertamina Hulu Rokan. Setelah kontrak PSC ditandatangani, Pertamina secara hukum sudah diperbolehkan melakukan pembiayaan maupun investasi saat masa transisi kontrak.

(dni)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini