nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

7 Wanita Muslim Cantik dan Terkaya di Dunia

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 13 Mei 2019 09:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 13 320 2054889 7-wanita-muslim-cantik-dan-terkaya-di-dunia-KOEjHRtjAh.png Foto: Rania, Ratu Jordania (Instagram)

JAKARTA - Memiliki wajah cantik nan rupawan tentunya menjadi impian semua wanita. Apalagi ditambah memiliki harta kekayaan berlimpah. Pastinya hal tersebut menjadi hidup terlihat sangat sempurna.

Berikut 7 perempuan muslim yang memiliki wajah jelita dan juga kaya raya di dunia.

1. Rania Al Abdullah (Jordania)

Rania merupakan istri dari Pangeran Abdullah II. Ia menyandang Ratu Jordania sejak sang suami tercinta naik tahta menjadi Raja Kerajaan Hashemite pada 1999. Semenjak itu harta yang dimilikinya tentunya semakin bertambah. Menurut berbagai sumber ia pernah menghabiskan lebih dari USD1 miliar atau setara Rp14 triliun hanya untuk membangun taman hiburan yang diberinama Star Trek.

 

2. Sultanah Nur Zahirah (Malaysia)

Sultanah Nur Zahirah merupakan istri dari Al-Wathiqu Billah Tuanku Mizan Zainal Abidin dari Trengganu. Ia sendiri menjadi ratu ke-13 Malaysia pada periode 2006-2011. Meski jumlah kekayaan keluarganya tidak pernah terekspose, tapi diperkirakan jumlahnya lebih dari USD15 miliar atau lebih dari Rp210 triliun.

 Baca Juga: Daftar Pebisnis Muslim Paling Tajir di Dunia

3. Lalla Salma (Maroko)

Istri dari Raja Maroko ini memiliki sifat rendah hati. Meskipun ia seorang Ratu dari Raja Mohammed VI, tapi Lalla Salma selalu berpenampilan sederhana. Dikutip dari Forbes, setiap harinya Raja Maroko ini bisa menghabiskan USD 960 ribu atau sekitar Rp13,4 miliar untuk biaya operasional hariannya saja. Sementara jumlah kekayaan bersihnya ditaksir mencapai USD2,5 miliar setara Rp35 triliun.

 

4. Sheikha Mozah (Qatar)

Syekha Mozah ialah istri kedua dari 3 orang istri yang dimiliki oleh seorang bangsawan Qatar, Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani. Jumlah kekayaan suaminya adalah USD11 miliar, yaitu berkisar Rp143 triliun.

5. Sheikha Maitha (Uni Emirat Arab)

Seikha Maitha adalah anak dari Perdana Menteri dan Wakil Presiden Uni Emirat Arab, yaitu Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum. Wanita muslim satu ini merupakan seorang atlit karate dan takwondo profesional. Ia pernah meraih medali perak pada ajang Asian Games 2016. Jumlah kekayaan Sheikh Mohammed diperkirakan sebanya USD40 miliar atau setara dengan Rp560 triliun.

6. Hajah Hafizah (Brunei Darussalam)

Wanita muslimah ini merupakan anak dari Sultan Brunei, Hassanal Bolkiah. Pesta pernikahan Hajah dengan YAM Pengiran Anak Haji Mohammad Ruzaini menghabiskan USD20 juta atau sekitar Rp280 miliar. Ya, ini tentunya tidak membuat masyarakat heran, sebab sang ayah merupakan orang terkaya di dunia versi majalah Forbes pada 1997. Harta kekayaannya meliputi sebuah mobil Rolls Royce yang dilapisi emas 24 karat dan 7.000 buah mobil lainnya.

 Baca Juga: Daftar 15 Kota Paling Banyak Dihuni Miliarder

7. Sheikha Hanadi (Qatar)

Sheikha Hanadi merupakan seorang bankir, investor dan pengusaha real estate asal Qatar. Dalam kariernya, selain menjadi penasehat khusus di Bank Standard Chartered, ia juga menjadi CEO dari Al Waab City Real Estate development project dan menjadi wakit CEO dari Nasser bin Khales Al Thani dan Sons Group. Jjumlah kekayaannya ditaksir mencapai USD15 miliar atau Rp210 triliun.

Peremuan Muslim yang Memimpin Negara

 

MEGAWATI SOEKARNOPUTRI (Presiden Indonesia 2001-2004)

Megawati Soekarnoputri adalah Presiden Indonesia kelima yang menjabat 23 Juli 2001-20 Oktober 2004. Ia merupakan presiden wanita Indonesia pertama dan merupakan puteri dari presiden Indonesia pertama, Soekarno.

HALIMAH JACOB (Presiden Singapura sejak 2017)

Halimah bin Jacob yang lahir di Singapura pada 23 Agustus 1954 ini merupakan Presiden perempuan pertama Singapura. Halimah terakhir dari ayah keturunan India dan ibu keturunan Melayu. Dalam dunia politik di Singapura, isteri dari Mohammed Abdullah Alhabshee ini memulai karier politik sebagai seorang anggota partai pemerintah yakni Partai Aksi Rakyat (PAP).

BENAZIR BHUTTO (Perdana Menteri Pakistan, 1988-1990; 1993 – 1996)

Benazir adalah perempuan pertama yang memimpin sebuah negara muslim pada masa pasca-kolonial. Bhutto yang kharismatis terpilih sebagai Perdana Menteri Pakistan pada 1988 namun 20 bulan kemudian ia digulingkan oleh presiden negara itu yang didukung militer. Bhutto terpilih kembali pada 1993 namun tiga tahun kemudian diberhentikan di tengah-tengah berbagai skandal korupsi oleh presiden yang berkuasa waktu itu, Faroog Leghari.

 

BEGUM KHALEDA ZIA (Perdana Menteri Bangladesh, 1991-1996; 2001- 2006)

Lahir pada 1945, Khaleda Zia adalah wanita kedua di dunia muslim yang menjadi kepala negara, setelah Benazir Bhutto. Dia adalah First Lady dari Bangladesh selama kepresidenan suaminya Ziaur Rahman, dan pernah memimpin Partai Nasionalis Bangladesh. Masa jabatannya lebih dari satu dekade sehingga membuatnya sebagai Perdana Menteri terlama Bangladesh.

MAME MADIOR BOYE (Perdana Menteri Senegal 2001-2002)

Lahir pada 1940, Mame Madior Boye dikenal cita-cita feminisnya kuat. Banyak orang sempat khawatir akan kepemimpinannya karena ia perempuan ketika memimpin pemerintahan. Setelah meninggalkan dunia politik, ia ditunjuk sebagai utusan khusus Uni Afrika untuk perlindungan rakyat sipil di negara-negara yang dilanda konflik bersenjata. Dia juga mendirikan dan menjadi presiden Asosiasi Pengacara Senegal 1975-1990.

ROZA OTUNBAYEVA (Presiden Kirgistan, 2010-2011)

Roza Otunbayeva dilantik sebagai Presiden Kirgistan pada 2010 setelah revolusi yang menggulingkan Presiden Kurmanbek Bakiyev. Lahir pada 1950, Otunbayeva lulus dari fakultas Filsafat Moscow State University pada 1972 dan selanjutnya ia menjabat kepala departemen filsafat di Kyrgyz State National University selama enam tahun.

TANSU CILLER (Perdana Menteri Turki, 1993-1996)

Tansu Çiller adalah ekonom dan politikus Turki. Ia merupakan wanita Turki pertama yang menjabat perdana menteri. Tansu Ciller adalah Perdana Menteri ke-30 Turki, dan memimpin Conservative True Path Party (DYP). Masa jabatannya sebagai Perdana Menteri berlangsung selama konflik bersenjata antara Angkatan Bersenjata Turki dan saparatis PKK Kurdi.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini