nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BI Revisi Target Defisit Transaksi Berjalan Jadi 2,5%-3%

Feby Novalius, Jurnalis · Kamis 16 Mei 2019 15:56 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 16 278 2056548 bi-revisi-target-defisit-transaksi-berjalan-jadi-2-5-3-lIY7v1TiFH.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) merevisi target defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) dengan kisaran antara 2,5%-3%. Hal itu menjadi salah satu keputusan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) dengan melihat kondisi perekonomian saat ini.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, ketidakpastian ekonomi global terlihat dari pertumbuhan ekonomi China yang terbatas di 6,4%, meski beberapa stimulus baik dari pemerintah maupun Bank Central China sudah dikeluarkan.

"Pemerintah China memberi stimulus pajak berupa pemotongan pajak di sejumlah sektor khususnya permintaan domestik. Demikian juga Bank Sentral dengan stimulus dari sisi moneter untuk menjaga perlambatan di ekonomi China tidak lebih dalam," ujarnya, di Kantor BI, Jakarta, Kamis (16/5/2019).

Baca Juga: BI Bicara soal Perang Dagang: Modal Asing Mulai Pulang Kampung

Ketidakpastian ekonomi global juga dipengaruhi hubungan dagang AS-China yang semakin memanas. Dampak negatifnya sebenarnya lebih banyak ke AS, meski semua negara juga terimbas.

"Memang China juga kena, tapi kemampuan mereka mendiversifikasi mampu memitigasi dampak perang dagang," ujarnya.

Melihat perkembangan ekonomi global tersebut, Perry menilai, harus ada jawaban untuk menghadapi tantangan tersebut. Salah satunya dengan merevisi defisit transaksi berjalan, meksi tetap ada upaya dalam memperbaikinya.

Baca Juga: Sambut Lebaran 2019, Bank Indonesia Siapkan Rp217,1 Triliun

Misalnya, terus mengendalikan defisit melalui program B20, proyek infrastruktur yang urgent diharapkan bisa ditunda lebih dulu. Kemudian mendorong ekspor industri dan juga pariwisata.

"Langkah-langkah itulah yang kemudian menghindari defisit transaksi lebih tinggi. Dari berbagai faktor ini dan melambatnya ekonomi global, berdasarkan perkiraan terkini defisit transkasi berjalan di 2,5%-3%. Dulu memang diperkirakan ke arah 2,5% dari PDB," ujarnya.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini