nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Strategi Pemerintah agar Pertumbuhan Ekonomi Tidak Mentok di 5,3%

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 13 Juni 2019 20:37 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 06 13 20 2066226 strategi-pemerintah-agar-pertumbuhan-ekonomi-tidak-mentok-di-5-3-rb0l0zGujy.jpg Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) mencatatkan, potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir tertahan di 5,3%. Padahal di tahun 2020, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi hingga rentang 5,6%.

Adapun hingga akhir tahun 2018, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya mampu tumbuh di 5,17%. Menurut Menteri PPN/Bappenas Bambang Brodjoneroro, realisasi itu sudah mulai meningkat mendekati potensi pertumbuhan ekonomi.

"Jadi pertumbuhan tahun lalu 5,17% itu sudah mulai mendekati maksimum pertumbuhan yang bisa dicapai Indonesia pada periode 3 tahun terakhir 2017-2019," ujarnya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (13/6/2019).

 Baca Juga: Upaya Sri Mulyani Jadikan Indonesia Negara Berpendapatan Tinggi

Oleh sebab itu, kini pemerintah berupaya untuk mendorong potensi pertumbuhan ekonomi tidak terus mentok di level 5,3%. Hal itu dilakukan dengan beberapa strategi yaitu transformasi struktural yang meliputi revitalisasi industri manufaktur.

Bambang menyebutkan, pemerintah tengah mengejar target rasio kontribusi industri pengolahan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) hingga di atas 20%.

Selain itu, pengolahan pertanian juga perlu didorong modernisasi, artinya produktivitas dari sektor pertanian harus ditingkatkan. Kemudian pertambangan itu harus dihilirisasi sehingga mendorong juga industrialisasi.

"Sektor jasa seperti pariwisata juga harus di modernisasi, sehingga bisa menghasilkan pendapatan lebih memadai bagi pelakunya," katanya.

 Baca Juga: Sri Mulyani: RI Butuh Investasi Rp5.823 Triliun pada 2020

Di sisi lain, pemerintah juga tidak bisa lagi hanya mengandalkan konsumsi sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi. Pemerintah juga harus mendorong peningkatan investasi untuk tumbuh di kisaran 7% per tahun.

Sementara diversifikasi ekspor juga diperlukan. Pada tahun depan target pertumbuhan ekspor memang cukup moderat sebesar tumbuh 5,5% hingga 7%, dikarenakan kondisi perekonomian global yang masih dipenuhi ketidakpastian. "Ini pun juga bukan hal yang mudah untuk bisa yang untuk bisa dicapai itu," katanya.

Sementara, dari segi permintaaan baik dari sektor pertanian, industri manufaktur, dan perdagangan juga didorong untuk bisa tumbuh lebih tinggi. Pada tahun depan sektor pertanian diharapkan bisa tumbuh hingga 4%, industri manufaktur hingga 5%, dan perdagangan hingga 5,8%.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini