JAKARTA - Transportasi umum terbaru di ibu kota, Moda Raya Terpadu atau MRT diperkirakan mampu mengurangi hingga 5.600 kendaraan pribadi di lalu lintas Kota Jakarta. "MRT mampu mengangkut 17 sampai 18 ribu orang per hari, di dalam kendaraan pribadi setidaknya ada 2 sampai 3 orang sehingga akan mengurangi jumlah sekitar 5.600 kendaraan pribadi," kata Kasubdit Pembinaan Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Muhammad Nasir dilansir dari Harian Neraca, Rabu (19/6/2019).
Artinya, kata Nasir, MRT mampu mengurangi kendaraan di jalan secara operasional. "Dengan keberadaan MRT, Transjakarta dan nanti LRT tentu akan mengurangi beban jalan," ujar dia. Sementara itu, penerapan sistem ganjil-genap di ruas jalan protokol DKI juga cukup membantu untuk mengurai kemacetan di ibu kota. "Ganjil-genap dan buka-tutup jalan cukup membantu secara jangka pendek, namun konsep jangka panjang harus ada solusi yang fundamental dalam membangun sistem transportasi," ujar Nasir.
Baca Juga: Ada MRT dan LRT, Benarkah Macet Jakarta Mulai Terkendali?
Hasil survei sistem ganjil-genap oleh Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kementerian Perhubungan saat penyelenggaraan Asian Games 2018 menunjukkan 24% pengguna kendaraan pribadi beralih menggunakan angkutan umum. Dari 24% masyarakat yang beralih menggunakan angkutan umum tersebut, 38% memilih menggunakan jasa angkutan umum massal seperti Transjakarta atau bus umum dan kereta rel listrik (KRL). Sementara, 39% lainnya menggunakan angkutan non-massal seperti taksi atau ojek online dan 7,5% menggunakan jasa taksi reguler.
Transportasi Umum