Sementara itu, lanjut dia untuk premi bisnis baru yang berkontribusi terhadap total premi sebesar 60,9% mengalami pelambatan 19,2%. Sedangkan premi lanjutan yang memberikan kontribusi sebesar 39,1% masih tumbuh sebesar 3,7%.
"Hasil investasi menyokong pertumbuhan total pendapatan industri asuransi jiwa sepanjang kuartal pertama 2019 sebesar Rp13,41 triliun. Perbaikan kinerja hasil investasi asuransi jiwa tersebut dipengaruhi oleh membaiknya kondisi pasar modal Indonesia yang ditandai dengan penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG), sepanjang kuartal pertama 2019," ungkap dia.
Dia menambahkan, selain karena adanya penurunan pendapatan premi, total aset di kuartal pertama melambat 2,4% yang salah satunya dipengaruhi oleh pemenuhan kewajiban pembayaran klaim.
"Namun, kami mencatat selama kuartal I 2017 sampai dengan kuartal I 2019, total aset perusahaan asuransi jiwa masih mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar 6,2%," katanya.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.