nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Central Omega Resources Targetkan Untung Rp46,45 Miliar

Jum'at 21 Juni 2019 11:36 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 06 21 278 2069101 central-omega-resources-targetkan-untung-rp46-45-miliar-nz3ou5ljYW.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA – Seiring dengan rencana pembangunan smelter, PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) membidik laba bersih Rp46,45 miliar tahun ini dibandingkan tahun lalu masih membukukan rugi Rp53,28 miliar. Selain membidik untung, kata Direktur Central Omega Resources Feni Silviani Budiman, perseroan juga membidik penjualan bijih nikel ke smelter 200.000 ton pada 2019. Selanjutnya, penjualan ekspor diincar 818.000 ton.

Dengan demikian, perseroan membidik penjualan bijih nikel 1,01 juta ton pada 2019. Selanjutnya, perseroan membidik penjualan feronikel sebanyak 39.200 ton. Dari situ, lanjut Feni, perseroan membidik penjualan Rp1,03 triliun. Beban pokok penjualan diproyeksikan sekitar Rp857,48 miliar. DKFT memproyeksikan mampu membukukan laba bersih Rp46,45 miliar pada 2019. Posisi itu berbalik dari kerugian Rp53,28 miliar akhir tahun lalu.

Baca Juga: Bangun Smelter Nikel, Central Omega Anggarkan Capex Rp1,7 Triliun

Terkait dengan tren harga, pihaknya berharap rerata harga nikel di London Metal Exchange (LME) mencapai USD12.500 per ton. “Kami harapkan di USD12.500 per ton ya inilah rata-rata sampai akhir 2019. Saya pikir kami cukup konservatif,” ujarnya dilansir dari Harian Neraca, Jumat (21/6/2019).

DKFT melaporkan volume produksi bijih nikel mencapai 264.016 ton sampai dengan kuartal I/2019. Jumlah penjualan tercatat sebanyak 302.015 ton per akhir Maret 2019. Adapun, produksi feronikel tercatat sebanyak 11.036 ton pada kuartal I/2019. Asal tahu saja, tahun ini perseroan mengalokasikan belanja modal sebesar USD 500 juta atau sekitar Rp7,1 triliun untuk membangun smelter.

Perseroan membangun smelter dengan total kapasitas 300.000 ton Ferro Nickel (FeNi) per tahun yang semula direncanakan dalam tiga tahap dipersingkat menjadi dua tahap. Tahap pertama di tahun 2017 dengan kapasitas 100.000 ton FeNi per tahun menggunakan teknologi Blast Furnace. Adapun, tahap kedua mulai tahun 2020 dengan kapasitas 200.000 ton FeNi per tahun menggunakan teknologi Electric Furnace.

Pembukaan Pagi Ini IHSG Anjlok Nyaris 1% 

Pembangunan smelter tahap pertama yang dilaksanakan oleh PT COR Industri Indonesia, entitas anak, bekerjasama dengan PT Macrolink Nickel Development. Sampai dengan 31 Desember 2018, smelter telah berproduksi dan produknya telah dipasarkan secara ekspor. Selain itu, manajemen juga berencana bekerjasama dengan PT Macrolink Nickel Development untuk membangun Smelter Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) dengan kapasitas sebesar 20.000 ton nikel per tahun atau setara dengan 200.000 FeNi per tahun).

Perseroan menyebutkan telah membangun smelter guna mematuhi PP No. 1/2014 dan Peraturan Menteri No. 1/2014. Kemudian pada tanggal 15 Februari 2019, berdasarkan persetujuan No. 03.PE-08.19.0005 dari Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri, PT Mulia Pacific Resources (MPR), entitas anak, memperoleh persetujuan ekspor bijih nikel dengan kadar <1,7% (kurang dari satu koma tujuh%) sebanyak 700.000 ton untuk periode sampai 29 Oktober 2019.

(kmj)

Berita Terkait

Central Omega Resources

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini