nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Right Issue, Central Omega Resources Incar Dana Rp2,4 Triliun

Selasa 25 Juni 2019 13:45 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 25 278 2070626 right-issue-central-omega-resources-incar-dana-rp2-4-triliun-U4pG8MrURf.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) bakal menggelar penerbitan hak memesan efek terlebih dahulu atau right issue. Di mana pada aksi korporasi tersebut, dana yang dibidik sebesar Rp2,4 triliun.

Direktur Central Omega Resources, Feni Silviani Budiman mengatakan, dana yang dikumpulkan untuk memperkuat modal dan pengembangan smelter.

Baca Juga: Central Omega Resources Targetkan Untung Rp46,45 Miliar

“Perseroan berencana melakukanpenawaran umum terbatas (PUT) II. Perseroan akan melakukan peningkatan modal maksimal 9,5 miliar saham melaluirights issuedari 5,6 miliar saham menjadi 15,1 miliar saham,” ujarnya dikutip dari Harian Neraca, Selasa (25/6/2019).

Disebutkan, nilai emisi berkisar Rp1,9 triliun hingga sebanyak-banyaknya Rp2,4 triliun. Perseroan telah mengantongi izin dari rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 28 Februari 2019. Dia menyebut perseroan telah melakukan pendaftaran PUT II ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 18 April 2019. Akan tetapi, masa berlaku pendaftaran berakhir pada Juni 2019 karena menggunakan dasar buku periode Desember 2018.

Baca Juga: Lakukan PHK, Karyawan Central Omega Resources Tersisa 83 Orang

Oleh karena itu, lanjut Feni, perseroan akan melakukan pendaftaran lagi ke OJK dengan menggunakan buku periode April 2019.“Jadi mungkin kami akan lakukan pendaftaran ulang [PUT II] dalam waktu dekat untuk posisi keuangan April 2019,” tuturnya

DKFT akan menggunakan 50% dana yang dihimpun untuk modal kerja di entitas anak PT Mulia Pacific Resources, PT Itamatra Nusantara, dan PT Bumi Konawe Abadi.Sisanya, atau sebanyak 50% akan digunakan sebagai modal kerja dan pengembangan smelter PT COR Industri Indonesia. Sementara Chief of External Relation & Business Development Central Omega Resources, Andi Jaya mengatakan, pembangunan smelter tahap II rencananya akan dimulai pada kuartal IV/2019. Sumber dana akan berasal 70% dari perbankan dan sisanya 30% dari perseroan dan mitra saat ini di COR Industri Indonesia.

Baca Juga: Isu PHK Buat Saham Central Omega Disuspensi

Asal tahu saja, perseroan melalui entitas anak usaha, COR Industri Indonesia (CORII) telah membangun fasilitas pemurnian nikel atau smelter yang berlokasi di Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah. Dalam proyek itu, DKFT menggandeng Macrolink Grup, China, sebagai mitra strategis. Perseroan membidik penjualan bijih nikel ke smelter 200.000 ton pada 2019. Selanjutnya, penjualan ekspor diincar 818.000 ton.

Baca Juga: Central Omega Mulai Konstruksi PLTU Tahun Ini

Dengan demikian, DKFTmembik penjualan bijih nikel 1,01 juta ton pada 2019. Selanjutnya, perseroan membidik penjualan feronikel sebanyak 39.200 ton. Dari situ, DKFTmemproyeksikan mampu membukukan laba bersih Rp46,45 miliar pada 2019 dan penjualan ditargetkan sebesar Rp 1,04 triliun. Posisi itu berbalik dari kerugian Rp53,28 miliar akhir tahun lalu. Sejak 2014 hingga 2018, Central Omega masih menderita kerugian.

1
2

Berita Terkait

Central Omega Resources

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini