nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fakta di Balik Anggaran Bea Cukai Rp3,6 Triliun Beli Anjing Pelacak

Taufik Fajar, Jurnalis · Minggu 23 Juni 2019 06:39 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 22 20 2069576 fakta-di-balik-anggaran-bea-cukai-rp3-6-triliun-beli-anjing-pelacak-OASzuPFT0L.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA - Beberapa kementerian maupun lembaga tengah membahas pagu anggaran untuk tahun 2020. Salah satunya Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Tercatat, pagu indikatif Kemenkeu yang diusulkan Rp44,39 triliun dan sudah disetujui oleh Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

 Baca Juga: Soal Rp3,6 Triliun untuk Beli Anjing Pelacak, Ini Jawaban Dirjen Bea Cukai

Salah satu pos anggaran Kemenkeu Rp44,39 triliun yakni untuk Ditjen Bea Cukai yang mencapai Rp3,6 triliun. Angka yang cukup besar ini dipertanyakan salah satu anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Nasdem Achmad Hatari

Sebab, Achmad Hatari mempertanyakan anggaran tersebut yang terlalu besar jika hanya membeli anjing pelacak. Menurutnya, dengan anggaran Rp3,6 triliun, sangat besar untuk membeli anjing pelacak. Namun, pernyataan itu langsung disanggah Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi.

Berikut fakta di balik anggaran Bea Cukai Rp3,6 triliun seperti dirangkum Okezone, Minggu (23/6/2019)

 

1. Anggaran Kementerian Keuangan 2020 Disetujui Rp44,39 Triliun

Pagu anggaran indikatif Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang diusulkan Rp44,39 triliun atau turun 1,6% dari alokasi anggaran tahun lalu yang sebesar Rp45,15 triliun mendapatkan persetujuan dari Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

 Baca Juga: Sri Mulyani Minta Rp44,39 Triliun untuk Anggaran Kemenkeu di 2020

2. Bea Cukai Dapat Jatah Anggaran Rp3,6 Triliun

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mendapat jatah anggaran sebesar Rp3,63 triliun. Anggaran ini tidak terlalu besar jika dibandingkan Ditjen Pajak yang mencapai Rp7,9 triliun ataupun Ditjen Perbendaharaan Rp8,09 triliun

3. Komisi XI Pertanyakan Anggaran Rp3,6 Triliun Beli Anjing Pelacak

Anggota DPR dari Fraksi Nasdem Achmad Hatari menyatakan, dengan anggaran sebesar Rp3,6 triliun yang dialokasikan bagi Ditjen Bea Cukai maka terlalu besar untuk pembelian anjing tersebut.

 

4. Penjelasan Dirjen Bea Cukai soal Pembelian Anjing Pelacak

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu Heru Pambudi menjelaskan, ada pemahaman yang salah oleh anggota DPR terkait program pembelian anjing pelacak. Di mana, anggaran Rp3,6 triliun itu mencakup seluruh program kerja di unit eselonnya, bukan hanya untuk pembelian anjing.

"Tentunya Rp3,6 triliun bukan untuk anjing semua. Itu untuk satu Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk belanja barang dan pegawai," katanya

 Baca Juga: Demi Gaji dan Tukin PNS Baru, Anggaran Kemenkeu Naik pada 2020

5. Pembelian Anjing Pelacak Masuk Program Bea Cukai

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu Heru Pambudi menjelaskan, pembelian anjing pelacak memang masuk dalam salah satu program strategis di DItjen Bea dan Cukai. Sebab, hal itu dibutuhkan sebagai pendeteksi praktek-praktek penyelundupan narkoba.

"Ini jadi proyek unggulan dalam pengawasan narkoba. Karena kita telah menangkap 4,1 ton narkoba di tahun lalu, itu naik berkali-kali lipat dari tahun ke tahun," katanya.

Dengan peningkatan tertangkapnya narkoba yang akan diselundupkan, maka menunjukkan, Indonesia menjadi target pasar dari mafia narkoba. Oleh sebab itu, perlu adanya peningkatan keamanan dengan pengadaan anjing pelacak.

"Maka alat efektifnya adalah anjing pelacak. Sehingga kita meningkatkan efektivitas sarana dan prasarana, termasuk anjingnya sendiri," jelasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini