Pelaku Jastip Kerap Kelebihan Barang, Ingat Maksimal Rp7,25 Juta

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 03 Juli 2019 17:28 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 03 20 2074202 pelaku-jastip-kerap-kelebihan-barang-ingat-maksimal-rp7-25-juta-bI0Yte6x1c.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Direktur Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi menyatakan, bisnis jasa titip (jastip) yang belakangan menjamur di kalangan milenial boleh saja dijalankan. Asal hal itu berjalan sesuai koridor yang ditetapkan pemerintah.

"Jadi, kami (Bea Cukai), tidak melarang bisnis jastip. Tapi bisnis jastip ini sebaiknya dalam koridor yang sudah ditetapkan oleh pihak Bea Cukai," ujar dia di Jakarta, Rabu (3/7/2019).

Dia menuturkan, pihaknya hanya sekadar mendudukkan pada porsinya, jangan berlebih. Bagi mereka yang ingin mendapatkan fasilitas barang penumpang, bea cukai akan fasilitasi sesuai dengan ketentuannya, yaitu maksimal USD500 atau setara Rp7,25 juta (kurs Rp14.500 per USD).

"Kami kerap menemukan seorang penumpang pelaku jastip, yang membawa belasan sepatu berbagai merek dengan ukuran berbeda-beda. Hal ini mengindikasikan bahwa penumpang itu merupakan pelaku jastip," jelas dia.

"Di mana, yang harusnya diperlakukan Bea Cukai dengan prosedur bisnis melalui penghitungan bea masuk atas barang-barang bawaannya tersebut," lanjut dia.

Baca Juga: Jastip, Bisnis Bermodalkan Smartphone yang Lagi Booming

Heru berharap, bagi para pelaku jastip yang demikian, agar menyampaikan dokumen resmi. Serta akan dihitung biaya bea masuk, dan berbagai hal lainnya.

Menurut dia, upaya penertiban yang dilakukan bea cukai sejak dua bulan lalu, sudah mampu membuat modus jastip tersebut berkurang.

"Kami berharap agar masyarakat khususnya para pelaku jastip, bisa berlaku fair dengan melakukan prosedur bisnis bagi para pelaku jastip sebagaimana aturan yang berlaku," pungkas dia.

Sebelumnya, bisnis jastip tengah menjamur di kalangan milenial. Bagaimana tidak, bisnis yang berawal dari hobi jalan-jalan ini bisa memberikan keuntungan yang cukup membuat dompet menjadi tebal.

Baca Juga: Suka Duka Jastip, dari Pelanggan Kabur hingga Susah Ditagih

Jastip merupakan aktivitas menawarkan beberapa barang dari suatu destinasi tertentu baik dalam maupun luar negeri. Penawaran Jastip biasanya dilakukan dengan smartphone melalui Whatsapp Grup atau sosial media seperti Instragram.

Menurut Angel Eva Christine pemilik akun instagram @AkulahSiRatuJastip, biasanya setiap item keuntungan yang didapatkan adalah sekitar Rp10.000 hingga Rp20.000 per item untuk barang dalam negeri. Sedangkan untuk barang-barang dari luar negeri biasannya, keuntungan sedikit berbeda.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini