nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ingin Investasi Reksa Dana? Ini Plus hingga Minusnya

Rani Hardjanti, Jurnalis · Kamis 04 Juli 2019 12:22 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 04 278 2074521 ingin-investasi-reksa-dana-ini-plus-hingga-minusnya-WL8L8As5iJ.jpg Bursa Saham (Shutterstock)

JAKARTA - Kesadaran milenial unuk berinvestasi terus bertambah. Salah satu yang banyak dilirik adalah reksa dana. Yuk kenali plus minusnya!

Reksa Dana adalah wadah untuk menghimpun dana masyarakat yang dikelola oleh badan hukum yang bernama Manajer Investasi, untuk kemudian diinvestasikan ke dalam surat berharga seperti : saham, obligasi, dan instrumen pasar uang.

Bentuk hukum Reksa Dana dapat berupa Perseroan atau berupa Kontrak Investasi Kolektif (KIK). Selain itu Reksa Dana juga dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu Reksa Dana Tertutup dan Reksa Dana Terbuka.

Baca juga: Diincar Para Milenial, Yuk Simak Jenis-Jenis Reksa Dana

Dalam perkembangannya, saat ini Reksa Dana yang paling banyak berkembang di Indonesia adalah Reksa Dana berbentuk hukum Kontrak Investasi Kolektif (KIK) dan bersifat Terbuka. Reksa Dana Terbuka adalah Reksa Dana yang dapat dibeli dan dijual sewaktu-waktu setiap hari bursa.

 Pemilihan investasi pasar modal

Seperti dikutip dari situs Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kamis (4/7/2019), produk Reksa Dana terdiri dari reksa dana konvensional dan reksa dana syariah. Reksa dana syariah merupakan jenis reksa dana yang pengelolaannya disesuaikan dengan prinsip syariah yaitu dengan portofolio penempatan dana di instrumen keuangan syariah seperti saham syariah dan sukuk.

Lalu apa saja keuntungan membeli reksa dana? Berikut ini penjelasannya.

 Baca juga: Mengenal Reksa Dana Konvensional dan Nonkonvensional

1. Dikelola oleh ahlinya

Reksa Dana dikelola oleh manajer investasi yang telah berpengalaman di dunia pasar modal. Manajer investasi memiliki kemampuan untuk memaksimalkan hasil investasi melalui analisis yang mendalam atas keadaan ekonomi dan pasar, pemilihan strategi investasi, dan pemilihan aset yang sesuai.

2. Investasi yang terjangkau

Dengan Reksa Dana, siapa saja dimungkinkan untuk dapat berinvestasi. Cukup dengan dana awal Rp100 ribu investor sudah dapat merasakan investasi di pasar modal.

 Baca juga: Kelola Keuangan, Ini Investasi yang Cocok bagi Milenial

3. Risiko yang lebih minimal

Dengan besarnya dana yang ada di Reksa Dana, maka akses untuk melakukan diversifikasi investasi semakin besar. Dengan melakukan diversifikasi investasi, maka risiko yang dihadapi akan semakin kecil.

4. Terjaganya Likuiditas

Investor dapat mencairkan kembali investasinya di setiap hari bursa, yaitu hari kerja yang telah ditetapkan sesuai kalender Bursa Efek Indonesia. Kemudahan ini memberikan Investor keleluasaan untuk mengatur investasinya sesuai dengan kebutuhan.

5. Transparansi

Seluruh informasi Reksa Dana selalu transparan. Investor dapat mengetahui Reksa Dananya diinvestasikan di aset-aset apa saja. Selain itu, Manajer Investasi wajib memberitahukan kepada Investor risiko-risiko yang dihadapi serta biaya-biaya yang dikenakan pada Investor.

Selain plus, Reksa Dana juga punya risiko. Apa saja? Reksa Dana adalah produk yang memiliki risiko. Sebelum membeli Reksa Dana, Investor sebaiknya membaca dan memahami prospektus dan laporan kinerja dari Reksa Dana tersebut. Selain itu, kenali dengan baik perusahaan yang menawarkan Reksa Dana tersebut.Risiko Reksa Dana setidaknya meliputi :

Baca juga: Ternyata Meraup Cuan Investasi Reksa Dana Bisa Dimulai dengan Cuci Baju Sendiri

1. Risiko berkurangnya nilai unitEfek-efek yang dikelola oleh Manajer Investasi pada Reksa Dana juga dapat mengalami penurunan nilai investasinya, yang dipengaruhi oleh perkembangan pasar uang dan pasar modal (seperti : perubahan suku bunga, jatuhnya harga saham, risiko default Emiten, dll). Sehingga dengan demikian, nilai Reksa Dana per unit juga dapat menurun dan mengalami fluktuasi.Nilai per unit Reksa Dana disebut juga dengan Nilai Aktiva Bersih (NAB) per unit.

Baca juga: Meraup Untung Investasi Reksadana di Tengah Fluktuasi Pasar

2. Risiko likuidasiKhusus untuk Reksa Dana Tertutup, investor tidak dapat menjual investasinya kapan saja ia inginkan karena penjualannya harus dilakukan di Bursa yang tergantung pada permintaan serta penawaran yang ada.3. Mismanajemen pengelolaanJika Manajer Investasi kurang/tidak berhasil dalam mengelola portofolio Efeknya, maka Nilai Aktiva Bersih (NAB) per unit Reksa Dana tersebut juga akan menurun nilainya.  

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini