nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Badan Anggaran DPR RI Sepakati Asumsi Makro RAPBN 2020

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 08 Juli 2019 13:56 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 08 20 2076039 badan-anggaran-dpr-ri-sepakati-asumsi-makro-rapbn-2020-87cYXK2cZy.jpg Banggar APBN 2020 (Taufik Fajar/Okezone)

JAKARTA – Asumsi makro dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2020 diketok Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Pasalnya, pertumbuhan ekonomi dipatok kisarn 5,2%-5,5%.

Rapat kerja tersebut dihadiri oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Bambang Brodjonegoro dan Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo di Gedung DPR RI, Jakarta.

 Baca juga: Bahas RAPBN dan Rencana Kerja 2020, Sri Mulyani Cs Merapat ke DPR

"Kami (Banggar), sepakati untuk asumsi makro RAPBN 2020," ujar Ketua Banggar DPR RI Kahar Muzakir di Gedung DPR RI Jakarta, Senin (8/7/2019).

 Banggar

Sementara itu, anggota Banggar DPR RI dari Partai Golkar John Kennedy Azis membacakan hasil panja-panja tentang asumsi makro yang telah disetujui.

"Pertumbuhan Ekonomi (PE), di tahun 2020 diperkirakan pada kisaran 5,2%-5,5%. PE tersebut cukup realistis dan dengan mempertimbangkan ekonomi domestik dan mempertimbangkan pelemahan ekonomi global," tutur dia.

 Baca juga: Amankan APBN, Perang Dagang AS-China Dipantau

Kemudian lanjut dia, inflasi di tahun 2020 diperkirakan berada pada kisaran 2,0%-4,0%. Pencapaian tersebut terutama akan didukung oleh strategi umum pengendalian inflasi dengan menciptakan keterjangkauan harga, menjamin ketersediaan pasokan, memastikan kelancaran distribusi, dan melakukan komunikasi yang efektif dalam rangka menjaga ekspektasi inflasi masyarakat.

"Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat pada tahun 2020 diperkirakan pada kisaran Rp14.000-Rp14.500 per Dolar AS. Beberapa faktor yang diperkirakan sangat berpengamh terhadap pergerakan nilai tukar rupiah pada tahun 2020 antara lain risiko berlanjutnya trade war dan dampaknya pada volume perdagangan dan pertumbuhan ekonomi dunia," kata dia.

Tingkat suku bunga SPN 3 bulan tahun 2020 diperkirakan pada kisaran 5,0% 5,5%. Perkiraan tersebut dipengaruhi terutama oleh peningkatan ketidakpastian pasar keuangan global yang mendorong capital outflow ke negara maju (safe haven) serta risiko defisit Transaksi Berjalan dapat mempengaruhi persepsi investor dan berdampak pada suku bunga domestik.

 Baca juga: Anggaran Kementerian Lembaga Tahun 2020 Turun 0,2% Jadi Rp854 Triliun

"Harga minyak ICP tahun 2020 diperkirakan pada kisaran USD600 USD700 per barel. Pergerakan harga minyak mentah diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh gangguan geopolitik seperti kemungkinan masih berlanjutnya sanksi AS terhadap Iran dan Venezuela, ketidakpastian keberlanjutan pemangkasan produksi minyak mentah negara-negara OPEC+, serta potensi masih berlanjutnya perang dagang antara AS dengan Tiongkok serta konflik dengan Meksiko," ungkap dia.

Lifting minyak dan gas bumi tahun 2020 diperkirakan pada kisaran 1.886,0 -2.140,0 ribu barel per hari. Perkiraan tersebut berasal dari lifting minyak bumi sebesar 695,0 840,0 ribu barel per hari dan lifting gas bumi sebesar 1.191,0 -1.300,0 ribu barel setara minyak per hari.

"Faktor-faktor yang mempengaruhi perkiraan tersebut berdasarkan pengunaan produksi alamiah akibat sumur migas yang telah tua, sementara belum ada kegiatan eksplorasi sumur-sumur minyak baru, serta penurunan pada beberapa blok migas yang dalam proses terminasi. Pemerintah akan terus mendorong peningkatan lifting minyak dan gas bumi, diantaranya melalui optimalisasi produksi dengan pemanfaatan teknologi, memperbaiki iklim investasi, menyederhanakan proses perizinan serta mendorong peningkatan kegiatan eksplorasi berkelanjutan," pungkas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini