nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bogor Utara Akan Jadi Kawasan Pusat Bisnis Baru

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 08 Juli 2019 11:37 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 08 470 2075965 bogor-utara-akan-jadi-kawasan-pusat-bisnis-baru-hkQ87E3XBk.jpg Perkotaan (Koran Sindo)

BOGOR - Wilayah Bogor Utara, khususnya Ke dunghalang, bakal menjadi pusat per ekonomian baru Kota Bogor. Pemindahan pusat perniagaan ini untuk mengurangi beban pusat kota yang terkonsentrasi di sekitar Kebun Raya Bogor dan Istana Bogor.

Ide pemindahan pusat perekonomian ini sudah di masukkan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2015-2019 oleh Bima Arya Sugiarto yang saat itu memimpin Kota Bogor pada periode pertama.

 Baca juga: Delapan Kota di Jawa Barat dengan UMK 2019 Paling Besar

“Nanti Kota Bogor akan terbagi beberapa zonasi seperti zonasi pelayanan, pemerintahan, dan permukiman. Untuk Bogor Utara, khususnya Kelurahan Kedunghalang, diproyeksikan sebagai pusat perniagaan baru,” ungkap Bima di Central Business District (CBD) Olympic City, Kedung halang, Bogor Utara, Kota Bogor, beberapa waktu lalu.

Penyebaran kawasan per ekonomian diperlukan untuk mendukung pembangunan di Kota Bogor agar lebih merata.

Kawasan Kedunghalang yang saat ini dikembangkan oleh Olympic City sangat ideal dan layak dijadikan alternatif pemindahan pusat ekonomi. “Pusat kota dan pemerintahan saat ini akan menjadi pusat bangunan heritage saja. Pusat pemerintahan tidak bisa disatukan dengan pusat perekonomian,” katanya.

Alasan pemindahan pusat ekonomi juga mendesak dan krusial ketika pusat kota sudah sesak.

 Baca juga: DKI Anggarkan Rp75 Miliar untuk Tata Trotoar di Jakpus

“Apalagi jumlah pen duduk terus bertambah dan 10 tahun lagi akan menjadi 1,5 juta jiwa. Jadi, tidak bisa kita mengandalkan pusat kota saat ini,” ucap Bima.

 perkotaan

Wakil Ketua DPRD Kota Bogor Jajat Sudrajat menilai pemindahan perniagaan ke wilayah Bogor Utara memang sudah seharus nya. “Usulan pemindahan itu su dah masuk rencana jangka me nengah dan jangka panjang da erah Kota Bogor hingga 2025,” ucapnya.

Dia menyarankan wali Kota Bogor segera menuntaskannya pada periode terakhir (2019- 2024).

“Saya kira kendalanya ada pada keinginan dan niat pemerintah daerah yang belum sungguh-sungguh,” ungkapnya.

Menurut dia, belum terealisasinya pembagian zonasi antara wilayah bisnis dan pe me rintahan lantaran political will Pemkot Bogor saja yang selama ini belum serius.

“Memang harus merealisasikan zonasi tersebut secepatnya di mana Kedunghalang berkaitan dengan pem bangunan CBD Olympic City. Jadi sebenarnya bukan hanya pemerintah yang harus menjadi satusatunya pihak untuk merealisasikan, tapi harus ada peran dan bantuan swasta,” tutur Jajat.

 Baca juga: Kota Paling Mahal di Dunia untuk Pebisnis

Direktur Marketing Olympic City Imelda Fransisca menyambut baik percepatan realisasi pemindahan pusat perniagaan Kota Bogor ke Kedunghalang. Sebab, pihaknya sudah me nyiapk an lahan seluas 25 hek tare untuk dibangun mal, perumahan, serta apartemen dalam satu kawasan.

“Ini upaya membantu program peme rin tah dalam mewujudkan Kota Bogor sebagai kota ramah keluarga, go digital , dan pusat pari wisata. Nanti kawasan pabrik furnitur di Kedunghalang akan berubah menjadi kawasan pusat bisnis terpadu,” katanya. Pihaknya telah me nyelesaikan semua proses perizinan baik izin prinsip maupun izin mendirikan bangunan (IMB).

“Bahkan, peluncuran tahap awal saat itu juga dihadiri langsung wali Kota Bogor. Yang jelas pembangunan CBD ini dilakukan secara bertahap dan kami optimistis karena aksesnya 0 km dari jalan tol. Kalau ada mal, tentu akan ramai,” ujar mantan Miss Indonesia 2005 itu.

Menurut Imelda, Olympic City yang dikembangkan PT Olympic Bangun Persada merupakan CBD pertama dan terbesar di Kota Bogor dengan konsep nature, high technology, and entertainment dengan menawarkan hunian banyak fasilitas sekaligus terhubung langsung akses tol. Nantinya juga dibangun pusat entertainment seperti mal, hotel, dan fasilitas lain.

“Kita ketahui pusat Kota Bogor sudah padat. Pastinya pengembangan itu ke pinggiran. Saat ini ada infrastruktur yang terbangun seperti tol Bogor Outer Ring Road (BORR) dan Jalan Raya Besar KS Tubun (Jalan Raya Bogor-Jakarta). Memang sudah tepat wali kota memilih Kedunghalang sebagai solusi mengurangi beban pusat kota,” ungkapnya.

Pihaknya sudah banyak bekerja sama dengan investor dalam mengembangkan CBD Olym pic City baik skala nasional maupun internasional.

“Seperti tahap awal ini kita sudah membangun perumahan kluster Pine Garden,” ucapnya.

Olympic City tertarik mengembangkan Kota Bogor karena peduli ditambah lagi founding father Olympic Group memiliki visi cukup besar dengan lahan bekas sebuah kota one stop living.

“Sebelum mulai pengembangan, kita sudah mengkaji dengan konsultan dari Amerika. Mereka banyak memberikan masukan. Saat itulah wacana muncul ketika relokasi pabrik furnitur Olympic ke luar Kota Bogor,” kata Imelda.

Selain karena UMK di Bogor cukup tinggi juga sudah tak sesuai lagi dengan perkembangan Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Bogor.

“Apalagi, banyak pembangunan properti seperti apartemen di Bogor Utara ini kemudian terus berlanjutnya pembangunan jalan tol sehingga terpikir sudah tak cocok lagi lokasi ini dijadikan pabrik,” ucapnya.

Pihaknya terpikir menggunakan lahan ini dengan konsep CBD. Selain infrastruktur jalan tol sudah tersedia juga sangat de kat dengan Stasiun Cilebut dan rencana pembangunan Stasiun Su karesmi.

Kemudian pemerintah pusat juga berencana me lanjutkan pembangunan jalur light rail transit (LRT) hingga Kota Bogor.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini