Pelayanan di Pelabuhan Tanjung Priok Alami Gangguan

Feby Novalius, Jurnalis · Sabtu 13 Juli 2019 21:16 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 13 320 2078453 pelayanan-di-pelabuhan-tanjung-priok-alami-gangguan-XYDRI5p8ln.jpg Ilustrasi Pelabuhan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kegiatan pelayanan pemanduan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta mengalami gangguan operasional. Penyebabnya pelayanan kepelabuhan di Terminal Tanjung Priok yang dikelola oleh PT Jasa Armada Indonesia (JAI) Tbk terhenti oleh aksi stop operasi oleh seluruh kru kapal mulai dari Anak Buah Kapal (ABK) hingga nakhoda kapal pandu di terminal tersebut.

Aksi stop operasi ini jelas mengganggu pelayanan pemanduan kapal-kapal yang akan masuk-keluar di Terminal Tanjung Priok dan terutama merugikan Para pengguna jasa kepelabuhan termasuk pihak pelayaran.

Menanggapi hal ini, Presiden Asosiasi Serikat Pekerja (ASPEK) Indonesia Mirah Sumirat menyebutkan, bahwa pekerjaan yang ada di PT Jakarta Armada Indonesia (JAI) Tbk adalah pekerjaan utama (core bussines) sehingga tidak bisa dialihdayakan kepada pihak ketiga (vendor) karena akan sangat berbahaya, karena perputaran atus pendapatan negara lumayan besar.

Baca Juga: Tingkatkan Ekspor, Pelabuhan Tanjung Priok Beroperasi Nonstop 24 Jam

"Di dalam UU No 13/2003 sangat jelas diatur bahwa jenis pekerjaan yang bisa dialihdayakan atau dioutsourching adalah pekerjaan yang bukan pekerjaan utama dari sebuah proses produksi (core cuisni). Sedangkan pekerja di PT JAI saya melihat ini adalah pekerjaan utama sehingga tidak bisa dialihdayakan kepada pihak ketiga karena mengingat perputaran arus pendapatan negara lumayan besar," kata Mirah dalam keterangannya yang di Jakarta, Sabtu (12/7).

Menurut Mirah, para pekerja yang bekerja pada PT JAI sangat memiliki keahlian khusus dan tidak sembarang orang bisa melakukannya. Artinya bisnis ini adalah bisnis utama dan tidak bisa dialihdayakan atau diserahkan pada pihak vendor.

“Jadi sebaikanya PT JAI mempertimbangkan dan tunduk pada perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya.

Baca Juga: Era Industri 4.0, Menhub Minta Layanan Pelabuhan Tanjung Priok Cepat dan Murah

Mirah mempertanyajan kebijakan direksi PT JAI dalam menyerahkan crew (pekerjanya) kepada vendor, apakah sudah dikomunikasikan dengan Pelindo II sebagai induk perusahaan.

"Jika sudah dikomunikasikan maka, Pelindo II wajib ikut menyelesaikan persoalan ini. Namun apabila belum dikomunikasikan berati ada kesalahan kebijakan yg dilakukan oleh PT JAI yaitu tidak koordinasi atau komunikasi terlebih dahulu ke Pelindo II dan akibatnya menjadi fatal," katanya.

Sementara itu, Ekonom Konstitusi Defiyan Cori menilai, akar permasalahan aksi stop operasi pemanduan tersebut harus segera diselesaikan oleh manajemen PT JAI dengan membahas secara kekeluargaan tuntutan yang disampaikan oleh para kru dimaksud.

Menurut dia, jika stop operasi tidak berhasil dipadamkan secara permanen, maka Pelindo II akan dianggap melalaikan kewajiban melindungi kegiatan kepemanduan yang harus diberikan di Pelabuhan Tanjung Priok dan Direksinya dapat dinyatakan tidak profesional.

Padahal tuntutan yang diajukan tidaklah terlalu rumit, yaitu ketidaksepakatan pekerja atas pengalihan manajemen dari PT JAI Tbk yang merupakan Anak Usaha BUMN Pelindo II kepada vendor atau swasta," ketusnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini