nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dari 16, Hanya 3 Blok Punyai Cadangan Migas

Sabtu 13 Juli 2019 17:29 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 13 320 2078473 dari-16-hanya-3-blok-punyai-cadangan-migas-7LL3iKwIuI.jpg Foto: Wamen ESDM Arcandra Tahar (Okezone)

JAKARTA - Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan dari 16 blok eksplorasi hanya tiga blok yang berhasil ditemukan kandungan minyak dan gas atau tingkat kesuksesannya kurang dari 20%.

"Memakai kacamata statistik, dari 16 blok eksplorasi kalau itu berhasil berapa? Hanya tiga," ujar Arcandra, dikutip dari Antaranews, di Wisma Bank Mandiri Syariah, Jakarta, Sabtu (13/7/2019).

Baca Juga: Pemerintah Optimalkan Realisasi Lifting Migas di Semester II-2019

Arcandra mengatakan pemerintah terus berupaya mengejar defisit kebutuhan migas agar tidak mengandalkan pasokan dari luar negeri demi menciptakan kedaulatan energi.

Kebutuhan minyak Indonesia saat ini mencapai 1,4 juta barel per hari. Sementara produksi dari blok-blok yang sudah ada kurang dari 800 ribu barel per hari. Artinya, Indonesia harus mengimpor sebesar 600 ribu barel per hari.

Baca Juga: Defisit Neraca Migas Semakin Menurun

Pemerintah, kata dia, terus berupaya meletakkan pondasi kedaulatan energi dengan penambahan eksplorasi migas. Meski hasil yang didapatkan membutuhkan waktu yang tidak singkat.

"Setelah ekplorasi kita discovery butuh berapa waktu? 5 sampai 10 tahun. Dan akan muncul oil-nya 15 sampai 20 tahun yang akan datang. Artinya pemerintah sekarang meletakkan pondasi untuk memulai kembali kegiatan eksplorasi yang akan dinikmati hasilnya oleh anak dan cucu kita," kata dia.

Meski terkesan lama, ia yakin upaya ini dapat meminimalisasi terjadinya krisis energi seperti yang dialami Amerika Serikat. Penyebabnya karena adanya gangguan pasokan dari Timur Tengah akibat pergolakan politik.

Apabila Indonesia mampu berdaulat secara energi, kata dia, maka krisis energi akibat adanya faktor eksternal dapat diatasi dan Indonesia tidak akan bergantung lagi pada pasokan dari luar.

"Jadi kita bicara bukan dari source energy-nya, tapi dari terganggunya rantai suplai. Kita bicara tentang kedaulatan energi," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini