nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PUPR Cari Teknologi Ramah Lingkungan untuk Proyek Infrastruktur

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 17 Juli 2019 12:56 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 17 320 2080033 pupr-cari-teknologi-ramah-lingkungan-untuk-proyek-infrastruktur-NSMHiViLY8.jpg Foto: Pembukaan Pameran Teknologi Ramah Lingkungan

JAKARTA - Pameran teknologi konstuksi ramah lingkungan atau Trenchless Asia 2019 resmi dibuka. Acara dibuka oleh Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR Syarif Burhanuddin ditandai dengan pemukulan gong.

Dalam sambutannya, Syarif Burhanuddin mengatakan, pameran ini sangat membantu pemerintah untuk mencari tahu teknologi apa yang bisa digunakan untuk pembangunan infrastruktur. Apalagi pembangunan infrastruktur menjadi salah satu program utama pemerintah, di samping Program Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Untuk melaksanakan pembangunan infrastruktur tersebut berbagai upaya harus dilakukan termasuk menerapkan teknologi yang tepat dan efisien terutama di era industri 4.0, yang ditandai dengan perkembangan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi termasuk di bidang jasa konstruksi.

“Karena itu kebijakan sektor konstruksi nasional tentunya harus mendorong penggunaan teknologi yang memberi solusi pada permasalahan yang dihadapi saat ini sehingga pembangunan Infrastruktur dapat berjalan dengan lebih cepat, lebih mudah dan tentunya lebih baik” ujarnya di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (17/7/2019).

Salah satu teknologi konstruksi yang diharapkan mampu memberikan kontribusi pada percepatan pembangunan infrastruktur adalah Trenchless. Teknologi ini mengintegrasikan teknologi digital jasa konstruksi yang dipergunakan untuk memasang infrastruktur bawah tanah tanpa mengganggu bangunan atau bentang alam yang ada di atasnya.

Baca Juga: Jalan Sering Banjir, Jembatan Sepanjang 3 Km Akan Dibangun di Kalteng

Sehingga teknologi ini sangat tepat untuk diterapkan di kota-kota besar padat penduduk seperti pada pekerjaan terowongan baik jalan dan bendungan, pipa air bersih dan air limbah.

“Transless ini merupakan teknologi yang cukup baru dalam rangka pembangunan infrastruktur. Baik itu dari sisi komunikasi maupun dari sisi Infrastruktur air limbah air minum, listrik. Ini semua menjadi bagian dari teknologi ini. Selama ini kita menggali mengganggu lalu lintas dan akibatnya banyak yang terganggu. Dengan ini dia menjadi ramah lingkungan,” jelasnya.

Baca Juga: Proyek Strategis Nasional di Banten Capai 60%

Penggunaan teknologi juga memiliki banyak keunggulan. Seperti pemanfaatan lebih ramah lingkungan, meminimalisir dampak sosial terhadap terhadap kondisi di sekitar lokasi proyek, meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja konstruksi, durasi proyek lebih singkat, sehingga biaya konstruksinya lebih murah dan menjamin pencapaian kualitas konstruksi.

“Bisa diterapkan di daerah. Ini kan teknologi dan jauh lebih mudah, cepat dan murah. Saya yakin karena kita melihat perbandingannya antara open trance less ini. Siapa pun bisa menggunakannya sekarang” jelasnya.

Kementerian PUPR sendiri sudah mulai menggunakan teknologi ini pada beberapa proyek, seperti pada proyek sudetan Kali Ciliwung ke Banjir Kanal Timur, proyek pembangunan jalan tol Cisumdawu, proyek pembangunan air limbah di beberapa kota besar di Indonesia yaitu Denpasar, Jogja, dan Medan.

Selain itu, sebuah kajian terkait direct cost yang ditimbulkan oleh metode trenchless dibandingkan metode konvensional (open trench) menunjukkan bahwa penggunaan teknologi trenchless pada salah satu kegiatan yaitu penggalian (excavation) hingga kedalaman 1,5 m hanya membutuhkan biaya sebesar USD3,12 per meter kubik, dibandingkan USD18,46 meter kubik pada metode open trench.

“Sebenarnya kalau kita melihat sudah ada yang mulai tahun 2015. Paling banyak di wilayah gas dan minyak dan saat ini sudah banyak juga kota-kota di Indonesia yang menggunakan sistem transless ini untuk air limbah air minum dan semakin banyak juga yang menggunakan,” jelasnya.

Sebagai informasi, Trenchless Asia 2019 terselenggara atas kerjasama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, The International Society for Trenchless Technology (ISTT), Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional (LPJKN), dan Westrade Group United Kingdom LTd. Acara ini diselenggarakan pada 17 – 18 Juli 2019, bertempat di Jakarta International Expo (JIEXPO) Kemayoran Jakarta, dengan rangkaian acara Pameran dan Workshop Internasional dan Nasional.

Pameran Trenchless Asia 2019 diikuti oleh lebih kurang 30 negara dari Eropa, Amerika, dan Asia, dengan target pengunjung dan peserta dari Malaysia, Filipina, Singapura, Australia, Cina, Hongkong, Jepang, Korea, India, dan Thailand. Sedangkan target pengunjung dari Domestik antara lain BUMN, Asosiasi Profesi, Badan Usaha Swasta, serta dari kalangan media.

Pameran ini pertama kalinya akan diadakan di Jakarta dan merupakan agenda tahunan ke-11 kalinya, di mana sebelumnya Trenchless Asia 2018 diadakan di Kuala Lumpur, Malaysia. Tercatat pada tahun 2018, Trenchless Asia terselenggara dan dihadiri oleh kurang lebih 3 ribu exhibitor, pengunjung serta delegasi.

Sedangkan Seminar/workshop akan membahas tentang penggunaan teknologi Trenchless yang saat ini digunakan di beberapa negara dengan narasumber diantaranya berasal dari Kementerian PUPR, PT PLN (Persero), Institut Teknologi Bandung (ITB), PT Wijaya Karya Tbk (Persero), PT Hutama Karya Tbk (Persero), Himpunan Ahli Manajemen Konstruksi Indonesia Indonesia (HAMKI), dan PT Bina Karya (Persero).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini