nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Resmikan 16 Proyek Kelistrikan, Menteri Jonan Targetkan Rasio Elektrifikasi di NTB Jadi 99%

Feby Novalius, Jurnalis · Kamis 25 Juli 2019 17:17 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 25 320 2083543 resmikan-16-proyek-kelistrikan-menteri-jonan-targetkan-rasio-elektrifikasi-di-ntb-jadi-99-1NgzBrZxnj.png Foto: Menteri Jonan Resmikan 16 Proyek Kelistrikan di NTB dan NTT

JAKARTA - Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan hari ini meresmikan 16 proyek kelistrikan yang tersebar di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Jonan didampingi Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Rida Mulyana dan Plt Direktur Utama PT PLN (Persero) Djoko Raharjo Abumanan.

Proyek kelistrikan yang diresmikan adalah Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Bima 50 MW, PLTMG Sumbawa 50 MW, PLTMG Maumere 40 MW di Provinsi NTB dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Sita–Borong 2x500 kW serta PLTS Maumere–Ropa–Ende 2x1 MWp di Provinsi NTT.

Baca Juga: 4 Kota Ini Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

Di samping pembangkit listrik, diresmikan juga proyek-proyek Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) serta Gardu Induk (GI) 70 kV & 150 kV di Provinsi NTB. Peresmian kali ini dipusatkan di lokasi PLTMG Sumbawa, di Desa Labuan Badas, Kecamatan Labuan Badas, Kabupaten Sumbawa, Provinsi NTB.

Jonan mengatakan, saat ini rasio elektrifikasi di NTB sekitar 97,9%. Diharapkan, dengan hadirnya pembangkit listrik tersebut pada akhir tahun ini rasio elektrifikasi bisa meningkat menjadi 99%. Untuk itu peran serta semua pihak sangat membantu untuk merealisasikan hal tersebut.

Baca Juga: Jokowi Kesal PLTSa Tak Ada Progres, Ternyata Ini Masalahnya

"Mengenai rasio elektrifikasi, sampai Juni di NTB kira-kira 97,9%. Jadi begini, sampai Desember 2019 akan menjadi 99%. Jadi tolong dibantu supaya semua saudara-saudara kita bisa menikmati listrik. Masa sudah 74 tahun merdeka ada yang belum menikmati listrik," ungkap Jonan.

Sementara untuk pembangunan SUTT dan GI, Jonan mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur pendukung ini bertujuan agar layanan listrik lebih konsisten.

Selain pembangunan infrastruktur kelistrikan, Jonan kembali mengingatkan bahwa secara nasional saat ini sekitar 500 ribu rumah tangga tidak mampu masih belum menikmati penerangan karena tidak mampu membayar biaya sambung listrik.

Untuk itu Jonan mengungkapkan, Kementerian ESDM akan memberikan bantuan penyambungan listrik gratis bagi 2 ribu rumah tangga tidak mampu di NTB dan NTT. Pemerintah daerah juga diminta menyisihkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk penyambungan listrik gratis ini.

"Ada rumah saudara-Saudara kita yang belum mampu bayar biaya sambung listrik, itu bagaimana? Saya mengimbau Bapak Gubernur, Bapak Bupati untuk bisa bantu. Tadi disampaikan ada 34 ribu rumah di NTB yang belum berlistrik. Untuk NTB dari kementerian ESDM sumbang seribu, untuk NTT kita sumbang seribu juga. Saya juga meminta partisipasi dari APBD untuk sambung listrik gratis. Ini jadi tantangan sosial yang besar kalau dibiarkan saja," pungkas Jonan.

Berikut proyek infrastruktur kelistrikan yang diresmikan hari ini:

1. PLTMG Sumbawa (50 MW) (NTB)

2. PLTMG Bima (50 MW) (NTB)

3. PLTMG Maumere (40 MW) (NTT)

4. Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Sita-Borong (2x500 kW) (NTT)

5. Pembangkit Listrik tenaga Surya (PLTS) Maumere-Ropa-Ende (2x1 MWp) (NTT)

Selanjutnya, proyek Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) dan Gardu Induk (GI) 70 kV di Provinsi NTB, adalah:

1. SUTT 150 kV Sumbawa Merah Putih – Gardu Induk (GI) Labuhan

2. SUTT 70 kV GI Taliwang – PLTU Sumbawa Barat

3. GI 70 kV Taliwang Ext

4. SUTT 70 kV Bonto – Bima – Dompu,

5. GI 70 kV Bima Ext,

6. GI 70 kV Bonto Ext,

7. GI 70 kV Alas EXT

8. GI 70 kV Woha

9. SUTT 70 Kv GI Taliwang – GI Alas

10. SUTT 150 Kv GI Labuhan – GI Empang

11. SUTT 150 Kv GI Empang – GI Dompu

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini