Bos BI Beberkan Alasan Rupiah Mondar-mandir di Rp13.900-14.000 per USD

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 26 Juli 2019 16:00 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 26 20 2083961 bos-bi-beberkan-alasan-rupiah-mondar-mandir-di-rp13-900-14-000-per-usd-2VaTftxewm.jpg Rupiah dolar (Reuters)

JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah. Pagi ini Rupiah melemah ke level Rp14.000-an per USD.

Terkait hal itu, Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo mengatakan bahwa nilai tukar rupiah saat ini cenderung fluktuatif. Hal tersebut dipengaruhi oleh teknikal dari kondisi ekternal.

 Baca juga: Rupiah Dipukul Balik ke Rp14.002/USD

"Karena rupiah cenderung bergerak variatif yang mana mengalami pelemahan dan terkadang mengalami penguatan. Apabila naik turun itu faktor teknikal bukan dari fundamental. Pasalnya merespons dari global apalagi dari Eropa yang keputusan dari bank sentral Eropa serta kondisi brexit itu meningkat dan menimbulkan dolar menguat," ujar Perry di Gedung BI Jakarta, Jumat (26/7/2019).

 Dolar

Dia menuturkan bahwa pergerakan rupiah sampai saat ini masih stabil. Hal itu didorong dengan aliran modal asing yang cukup deras. Di mana aaat ini aliran modal mencapai Rp192,5 Triliun.

 Baca juga: Perkasa Lawan Dolar AS, Rupiah Sore Ini Rp13.977/USD

"Dan ketiga nilai tukar bergerak stabil faktornya aliran modal aisng sebagai faktor yang cukup positif. Kami (BI) pun menjaga kondisi pasar," ungkap dia.

Dia menambahkan pihaknya berterima kasih kepada pelaku pasar yang menjaga ekonomi Indonesia tetap stabil. "sejauh ini mekanisme pasar baik dan ekportir, terima kasih telah mensuplai pasar vallas menjalankan mekanisme pasar para importir yang menjaga nilai tukar Rupiah yang stabil," ujarnya.

Dilansir dari Bloomberg Dollar Index, Jumat (26/7/2019) pukul 9.16 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange melemah 25,5 poin atau 0,18% ke Rp14.002 per USD. Mengawali pergerakan pagi ini, Rupiah bergerak di kisaran Rp14.000-Rp14.006 per USD.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini