Kemenko Perekonomian Gelar Rakor Bahas Sengketa Biodiesel RI

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 29 Juli 2019 15:27 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 29 320 2084994 kemenko-perekonomian-gelar-rakor-bahas-sengketa-biodiesel-ri-W6yEi4UaxS.jpg Biodiesel (Reuters)

JAKARTA - Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian, menggelar rapat koordinasi (rakor), terkait bea masuk untuk produk biodiesel Indonesia ke pasar Uni Eropa (EU), hari ini.

Seperti data yang dihimpun, Okezone, Senin (29/7/2019), pada rapat itu, turut hadir perwakilan dari Kementerian Perdagangan, Kementerian Luar Negeri, Ketua Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia, Produsen Biofuel Indonesia, Deputi Executive Director Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC), Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit, Direktur Utama PT RPN, Direktur Riset dan Pengembangan dan Ketua GAPKI.

 Baca juga: Sengketa Biodiesel RI, Menko Darmin: Ujungnya ke WTO

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memprediksi sengketa soal bea masuk untuk produk biodiesel Indonesia ke pasar Uni Eropa (EU) bakal berujung pada penyelesaian sengketa di Worl Trade Organization (WTO).

 Biodiesel

"Jadi, apabila mereka sudah mulaikan tidak bisa dibiarkan gitu aja, pasti ujungnya ya ke WTO. Di mana nantinya kami akan mendengar apa yang mereka tuduhkan, kami jawab, diskusi dan berunding," ujar dia.

 Baca juga: Biodiesel Kena Bea Masuk 8%-18%, RI Protes ke Uni Eropa

Seperti diketahui, Kementerian Perdagangan menegaskan, Pemerintah Indonesia akan menyampaikan protes keras kepada Pemerintah Uni Eropa (UE) atas dikeluarkannya proposal besaran bea masuk imbalan sementara produk biodiesel asal Indonesia pada Juli 2019. Besaran bea masuk imbalan sementara yang diajukan yaitu dengan margin 8%-18%.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini