Laba Hutama Karya Meroket 79,8% Jadi Rp1,1 Triliun di Semester I

Rabu 07 Agustus 2019 11:40 WIB
https: img.okezone.com content 2019 08 07 278 2088800 laba-hutama-karya-meroket-79-8-jadi-rp1-1-triliun-di-semester-i-qFfNm7Li2N.jpeg Investasi (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA - Menutup Semester I tahun 2019, PT Hutama Karya (Persero) mencatatkan capaian kinerja spektakuler dengan pertumbuhan laba bersih senilai Rp1,10 triliun atau meningkat tajam sekitar 79,81% dibandingkan periode yang sama 2018 sebesar Rp614 Miliar.

“Alhamdulilah, sampai dengan Semester I tahun ini, banyak pencapaian luar biasa yang sudah diraih oleh Hutama Karya," ujar Direktur Utama Hutama Karya Bintang Perbowo.

Baca Juga: Setoran Dividen Hutama Karya Naik 112,33% Jadi Rp454,975 Miliar

Perolehan fantastis laba bersih Hutama Karya di semester I 2019 ini sekaligus menandai capaian laba bersih yang meningkat tajam hingga hampir 2 kali lipat atau 50,17% dari target laba bersih satu tahun yang ditetapkan oleh Perseroan.

Peresmian Ruas Tol Bakauheni-Terbangi Besar

Hutama Karya telah merampungkan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera sampai dengan 2019 sepanjang kurang lebih 470 km yang artinya tercapai 17% dari target yang diamanatkan sepanjang 2.765 km.

"Hal ini dicapai dengan melakukan berbagai inovasi, perbaikan metode kerja, dan efisiensi dalam melakukan procurement," kata Bintang Perbowo.

Baca Juga: Hutama Karya Dapat Pinjaman Rp8,07 Triliun untuk Bangun Ruas Tol Bakauheni-Tol Terbanggi Besar

Penerapan inovasi di bidang operasional dan keuangan seperti memperkuat infrastruktur IT, pengembangan Enterprise Resource Planning (ERP), penerapan Building Information Modelling (BIM), serta inovasi dalam penciptaan instrumen pendanaan mampu mendorong pendapatan BUMN itu hingga Semester I 2019 yang mencapai Rp8,11 triliun.

Dari sisi perolehan margin, perusahaan mencatatkan pertumbuhan Net Profit Margin (NPM) yang positif. Net Profit Margin tumbuh sebesar 13,61% jika dibandingkan dengan kinerja di periode yang sama di tahun 2018 yaitu sebesar 6,35%.

Hingga Semester I tahun 2019, Perseroan memiliki rasio utang berbunga terhadap ekuitas (Gross Gearing Ratio) yang masih memberikan kesempatan bagi perseroan untuk lebih agresif dalam menambah sumber pendanaan terkait pengerjaan proyek-proyek strategis nasional karena level rasio masih sebesar 0,66 kali sedangkan batas utang berbunga (debt covenant) sebesar 2,25 kali.

“Hal ini tentunya akan menjadi penopang penting dalam rangka mempercepat penyelesaian penugasan Pemerintah di Jalan Tol Trans Sumatera," ujarnya, demikian dikutip dari Antaranews, Rabu (7/8/2019).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini