nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Laba Wika Naik 60% Berkat Kontrak Baru Senilai RP15,23 Triliun di Semester I

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 07 Agustus 2019 15:45 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 07 278 2088924 laba-wika-naik-60-berkat-kontrak-baru-senilai-rp15-23-triliun-di-semester-i-CY9gqGg9Wp.jpg Infrastruktur (Reuters)

JAKARTA - PT Wijaya Karya (WIKA) mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,01 triliun pada semester I 2019. Angka tersebut tumbuh 60,48% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu yang hanya Rp 632,52 miliar.

Direktur Utama Wijaya Karya Tumiyana, mengatakan peningkatan laba bersih ini disebabkan adanya peningkatan kualitas dan efisiensi yang dilakukan oleh perseroan. Hasilnya, perseroan mencetak laba bersih sebesar 8,93%.

 Baca juga: Wika Incar 1 dari 6 Proyek Tol yang Dilelang

"Laba bersih kami Rp 1,01 triliun pada semester I 2019, tumbuh 60,48%," ujarnya di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (6/8/2019).

Menurut dia pada semester I 2019, pihaknya memperoleh kontrak baru sebesar Rp15,23 triliun. Segmen infrastruktur dan gedung berkontribusi sebesar 39,27 persen, segmen energi dan industrial plant sebesar 39 persen, segmen industri sebesar 17,6 persen, dan segmen properti sebesar 4,12 persen.

 Baca juga: Naik 60,48%, Laba Bersih Wijaya Karya Capai Rp1,01 Triliun

"Kontrak yang kami dapat di antaranya dari pembangunan Tol Serpong-Balaraja, Banten, relokasi pipa Pertamina di Jawa Barat, dan hotel domestik di Bandara Soekarno Hatta, serta proyek luar negeri di Malaysia, Aljazair, dan Taiwan," jelasnya.

Tumiyana menambahkan, tahun ini WIKA menargetkan laba Rp3,01 triliun yang akan ditopang penjualan yang diprediksi menembus Rp42,13 triliun. Dari sisi raihan kontrak baru, perseroan menargetkan tumbuh 32% dari realisasi Rp50,56 triliun pada 2018 menjadi Rp66,74 triliun.

Untuk mencapai target tersebut, perseroan menyiapkan sejumlah strategi terintegrasi untuk mencapai target tahun ini. Misalnya adalah Perseroan akan berinvestasi lebih agresif di lini bisnis energi, properti, dan infrastruktur.

“Selain investasi di sektor tersebut akan men-generate recurring income dan memperbesar rasio laba WIKA,” ucapnya.

Dia menambahkan, perusahaannya akan terus meningkatkan kapasitas dengan mengerjakan proyek berskala besar. Saat ini net gearing ratio perusahaan tercatat 0,74, sedang gross gearing ratio sebesar 1,05.

"Kami terus meningkatkan kapasitas dengan mengerjakan proyek baru berskala besar karena masih memiliki cukup ruang untuk meningkatkan kekuatan permodalan," kata Tumiyana.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini