nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kepemilikan Asing di SBN Meningkat, OJK: Sejalan dengan Kenaikan Rating S&P

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 12 Agustus 2019 18:46 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 12 20 2091019 kepemilikan-asing-di-sbn-meningkat-ojk-sejalan-dengan-kenaikan-rating-s-p-LUjmuQW0lc.jpg

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai porsi kepemilikan asing yang terus meningkat di Surat Berharga Negara (SBN) menunjukkan semakin membaiknya kepercayaan investor asing pada Indonesia.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatatkan, porsi kepemilikan asing sebesar 38,70% per 9 Agustus 2019, meningkat dari periode yang sama di 2018 yang sebesar 37,62%.

Baca Juga: Pemerintah Kantongi Rp22 Triliun dari Lelang SUN

Menurut Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen, peningkatan tersebut tak lepas dari peringkat kredit Indonesia oleh Standard and POor's (S&P) Global yang membaik jadi BBB dari sebelumnya BBB- outlook stabil.

"Tapi artinya dari kenaikan (rating S&P) itu membuat persepsi masyarakat atau global fund terhadap Indonesia makin tinggi, makin percaya," katanya ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (12/8/2019).

Baca Juga: Lelang 6 Seri Surat Berharga Syariah Negara, Pemerintah Dapat Rp8 Triliun

Kendati demikian, dia mengakui, kenaikan porsi asing di SBN tentu perlu diikuti peningkatan ketahanan. Pasalnya, persentase kepemilikan asing dinilainya cukup tinggi.

Menurutnya, peningkatakan ketahanan dilakukan dengan menambah jumlah investor domestik. Kata dia, hal itu yang membuat pemerintah saat ini gencar menerbitkan SBN yang menyasar investor domestik, baik ritel maupun isntitusi.

"Seperti produk-produk ritel untuk domestik, sukuk tabungan, dan sebagainya," kata dia.

Hoesen menyatakan, pendanaan dari asing merupakan hal yang masih dibutuhkan Indonesia, namun hal itu perlu diimbangi dengan investasi dari domestik. Sehinga dengan adanya pendalaman pasar surat utang diharapkan investor asing dan domestik bisa tumbuh secara seimbang.

"Kita lakukan pendalaman pasar, membuat beberapa strategi untuk memperluas akses masyarakat daerah. Harapannya basis investor domestik semakin banyak," katanya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan, peranan modal asing terhadap investasi kebanyakan dalam jangka pendek (short term investment) berbentuk SBN. Menurutnya, instrumen itu bersifat rentan terhadap guncangan faktor eksternal, termasuk pelemahan ekonomi global.

Oleh sebab itu, dirinya ingin kontribusi modal asing 'berbalik arah' menjadi ke investasi jangka panjang. Sedangkan dari sisi domestik, perlu meingkatkan inklusi keuangan, sehingga semakin banyak dana masyarakat yang disimpan pada sektor keuangan formal.

"Mengurangi ketergantungan (dana asing) tersebut, tentu bukan pekerjaan jangka pendek. Tetapi harus sedikit demi sedikti dikurangi," kata dia di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (9/8/2019).

Sekedar infromasi, berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu, hingga 9 Agustus 2019 porsi kepemilikan asing di SBN sebesar Rp1.005,64 triliun, atau setara 38,70% dari total seluruhnya Rp2.598,63 triliun. Meningkat dari periode yang sama di tahun 2018 yang sebesar Rp845,76 triliun atau setara 37,62% dari seluruh SBN sebesar Rp2.238,74 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini