Lantik Pejabat Baru, Menteri Jonan Minta Kontraktor Migas Rekrut Pekerja Lokal

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 12 Agustus 2019 12:10 WIB
https: img.okezone.com content 2019 08 12 320 2090797 lantik-pejabat-baru-menteri-jonan-minta-kontraktor-migas-rekrut-pekerja-lokal-Le6FKrdF1c.jpg Foto: Menteri ESDM Ignasius Jonan (Okezone)

JAKARTA - Fatar Yani Abdurrahman resmi menjabat sebagai Wakil Ketua Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas). Hal tersebut ditandai dengan pelantikan yang dilakukan pada hari ini oleh Menteri Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan.

 Baca Juga: Menteri Jonan Lantik Fatar Yani Jadi Wakil Ketua SKK Migas

Jonan meminta kepada SKK Migas untuk mendorong pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor hulu migas. Hal tersebut sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk fokus salam pengembangan SDM di berbagai sektor dalam lima tahun kedepan.

“Yang penting untuk lima tahun ke depan visi pemerintah adalah pengembangan SDM,” ujarnya di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (12/8/2019).

 Baca Juga: Disentil Menteri Jonan, Ini Pembelaan Bos SKK Migas soal Lifting Minyak

Menurut Jonan, pengembangan SDM perlu dilakukan di lapangan-lapangan minyak yang memiliki kapasitas besar. Salah satunya adalah Blok Migas Masela di Kepulauan Tanimbar, Maluku.

“Jadi saya minta SKK Migas mendorong KKKS untuk lakukan pengembangan manusia. Terutama pengembangan besar seperti Blok Masela wajib kembangkan SDM,” ucapnya.

Menurut Jonan, dalam menggarap proyek SKK Migas diminta mendorong kepada KKKS untuk merekrut penduduk sekitar. Ini bertujuan untuk mengembangkan skill dari masyarakat sekitar.

 Menteri ESDM Jonan

Selain itu, Mantan Menteri Perhubungan itu menyebut perekrutan masyarakat sekitar untuk menghindari konflik sosial. Apalagi letak proyek-proyek migas ini banyak sekali yang berada di daerah pelosok.

“Terutama bagi pegawai atau masyarakat yang tinggal di lokasi pengembangan. Kegiatan pertambangan migas listrik banyak di wilayah yang jauh,” katanya.

Namun lanjut Jonan, rekrutmen tentu saja harus sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan perusahaan. Jangan sampai karena terlalu banyak, keuangan perusahaan menjadi terganggu.

“(Rekrutment) sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing,” ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini