Harga Anjlok, KPPU Minta Penjelasan Importir Garam

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 14 Agustus 2019 14:11 WIB
https: img.okezone.com content 2019 08 14 320 2091777 harga-anjlok-kppu-minta-penjelasan-importir-garam-QelwijtkTk.jpg Garam (Reuters)

JAKARTA - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menggelar acara Focus Group Discussion (FGD) soal garam dalam perspektif persaingan usaha. Hal ini dilakukan sebagai tindak lanjut permasalahan impor garam dan juga anjloknya harga garam.

Dalam acara tersebut dihadiri oleh perwakilan Kementerian Perindustrian, Kementerian Kelautan dan Perikanan hingga Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman. Selain itu, hadir juga para pelaku industri dan importir garam.

 Baca juga: Industri Akan Serap 1,1 Juta Ton Garam Lokal

Acara sendiri berlangsung tertutup oleh media dan umum. Acara diskusi dimulai pukul 10.00 WIB dan rampung sekitar pukul 13.00 WIB.

 Garam

Acara ini diselenggarakan untuk mendengar langsung mengenai permasalah anjloknha harga garam industri beberapa waktu lalu. Padahal, impor garam sudah dilakukan oleh pelaku usaha.

 Baca juga: Cara Meningkatkan Kualitas Petani Garam RI

“Kami mengundang seluruh stakeholder ini tidak ada wartawan. Fungsi FGD untuk mengeksplorasi. Ada beberapa narasumber yang tidak mau mengeluarkan statement kalau ada media. Karena pelaku usaha paling sensitif. Karena kita ingin mengeksplorasi,” ujarnya di Kantor KPPU, Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Menurutnya, agak sedikit aneh mengapa harga garam bisa anjlok. Padahal seharusnya, impor garam tersebut sudah disetujui karena mempertimbangkan agar stok garam mencukupi dan menghindari kenaikan harga garam yang begitu tinggi.

“Tadi saya dapat informasi di Surabaya mengenai anjloknya harga gaeam di jawa timur,” ucapnya.

Namun fakta di lapangan, impor garam yang dilakukan oleh tujuh perusahaan importir itu masih menyisakan banyak gap stok dari total kuota yang sudah ditentukan. Namun di saat bersamaan harga garam justru jatuh karena stok garam industri yang berlebih.

“Kalau kita lihat tadi agak unik. Faktanya khusus aneka pangan impor tetap, jumlahnya disesuaikan kebutuhan impor. Dari sisi industri garam selalu khawatir mengenai pasokan garam. Di sisi lain petani berhadapan dengan harga yang begitu rendah. Sama dengan bawang putih. Faktanya impor terjadi harusnya harganya tidak tinggi dong,” jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini