nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Miliarder Peter Woo Rugi Rp14,3 Triliun Gara-Gara Demo Hong Kong

Delia Citra, Jurnalis · Kamis 15 Agustus 2019 14:11 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 15 320 2092234 miliarder-peter-woo-rugi-rp14-3-triliun-gara-gara-demo-hong-kong-Hy2daOgP3L.jpg Peter Woo (Reuters)

JAKARTA - Miliarder Peter Woo kehilangan USD 1 miliar atau Rp14,3 triliun (Rp14.300 per USD) dikarenakan adanya protes massa pro-demokrasi di Hong Kong telah berlangsung selama berminggu-minggu. Hal ini membuat kerugian yang cukup besar bagi dirinya.

Seperti diketahui, protes tersebut dimulai dengan kemarahan massa pada RUU ekstradisi dan berubah menjadi tuntutan untuk kebebasan yang lebih besar. Hong Kong memiliki kebebasan pers dan independensi peradilan di bawah prinsip "satu negara, dua sistem" tapi kebebasan itu dikhawatirkan oleh para aktivis semakin terkikis.

 Baca juga: Verison Lepas Tumblr ke Pemilik WordPress

Peter Woo merupakan salah satu orang terkaya ke delapan asal Hong Kong. Atas kerugian tersebut, dirinya menentang aksi unjuk rasa di Hong Kong yang berkepanjangan. Dirinya kehilangan USD1 miliar dari total kekayaannya sekira USD11 miliar.

 Demo soal RUU Ekstradisi Hong Kong

Aksi unjuk rasa di Hong Kong telah berlangsung sekira 10 minggu. Di mana membuat jalan-jalan menjadi ditutup, volatilitas dipasar saham terhambat, dan mengganggu penerbangan di bandara.

 Baca juga: Ahli Waris Penemu Cat Rambut Ini Jadi Wanita Terkaya di Dunia

Perusahaan-perusahaan yang dikelola oleh beberapa miliarder Hong Kong lainnya termasuk CEO Swire Pasific, Merlin Swire dan Pendii Sun Hung Kai Properties, Kwok sekeluarga mengeluarkan pernyataan yang mengecam protes tersebut.

Swire Pacific, pemilik maskapai Cathay Pacific juga merilis pernyataan pada 13 Agustus yang menyerukan diakhirinya "kegiatan ilegal dan perilaku kekerasan."

 Baca juga: Fakta-Fakta Wanita Terkaya Dunia Berkat Warisan hingga Perceraian

"Swire Pacific sangat prihatin dengan kekerasan dan gangguan yang sedang berlangsung yang berdampak pada Hong Kong," kata konglomerat yang bermarkas di Hong Kong itu dalam pernyataannya.

Sementara itu, Pengembang real-estate yang dijalankan oleh keluarga terkaya ketiga di Asia, Kwoks, juga menyerukan untuk aksi protes dihentikan.

"Serangkaian tindakan kekerasan baru-baru ini untuk menantang supremasi hukum telah merusak ekonomi Hong Kong dan secara serius mempengaruhi kehidupan sehari-hari warga negara," dari keterangan perusahaan Sun Hung Kai Properties.

 Peter Woo

Selain itu, banyak sekali konglomerat atau orang-orang kaya yang berada di Hong Kong menganjurkan untuk mengakhiri kerusuhan ini. Mereka mengatakan bahwa serangkaian tindakan kekerasan baru-baru ini untuk menentang aturan hukum telah merusak ekonomi Hong Kong dan secara serius mempengaruhi kehidupan sehari-hari warga negara.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini