nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Presiden Jokowi: Jangan Sampai Pasar RI Dikuasai Merek-Merek Luar

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 15 Agustus 2019 19:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 15 320 2092417 presiden-jokowi-jangan-sampai-pasar-ri-dikuasai-merek-merek-luar-ILhz399kdQ.jpeg Presiden Jokowi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pembukaan Hari Belanja Diskon Indonesia (HBDI) dan Parade Merk Lokal Indonesia Tahun 2019 di Mal Senayan City Jakarta.

"Saya sangat senang sekali hadir di sini. Yang pertama, karena yang ditampilkan adalah merek-merek lokal, brand-brand lokal. Saya sebetulnya sudah lama menunggu acara seperti ini. Kita tahu pasar Indonesia ini besar sekali. Pasar kita ini besar sekali. Jangan sampai pasar yang besar ini dikuasai oleh merek-merek luar. Jangan sampai," ujar dia, Kamis (15/8/2019).

Baca Juga: Cara Membangun Reputasi Perusahaan

Presiden Jokowi juga menitipkan pesan kepada para pengunjung yang hadir di sini. Menurutnya pasar-pasar Indonesia harus didukung, karena produknya tidak kalah dibanding dari luar.

"Saya titip ini. Tugas bapak-ibu sekalian adalah mengisi pasar-pasar yang ada sehingga barang luar mau masuk sudah penuh. Siap? Siap?," kata dia.

Baca Juga: Kresna Graha dan Pakuwon Jati Masuk 200 Perusahaan Terbaik Asia

“Siap pak," sontak para pengunjung yang hadi.

Menurut Presiden Jokowi, Indonesia punya semua produk, mulai dari merek-merek kosmetik hingga yang lainnya.

"Apa? Mau kosmetik, ada Mustika Ratu. Ada Sari Ayu ada, apa lagi, Wardah. Jangan sampai mal-mal kita di isi oleh yang lain. Jangan. Saya titip pada pemilik mal. Saya tahu banyak yang hadir. Tolong ruang-ruang yang strategis, berikan kepada merek-merek lokal. Brand-brand lokal. Strategi. Pemilik mal saya lihat banyak," ungkap dia.

Dia menambahkan, jangan hanya datang ke sini tapi ruangnya, outletnya, diberikan kepada brand asing agar menarik pembeli.

"Saudara-saudara bertanggung jawab itu. Ini musimnya, musim kita ga mau proteksi. Kita terbuka. Pasar kita terbuka. Kita tidak mau proteksionisme. Tapi ini musimnya perang dagang, mestinya ada strategi dari mal untuk membantu pemerintah agar barang impor tidak membanjiri Indonesia," pungkas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini