nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cara Membangun Reputasi Perusahaan

Rabu 17 Juli 2019 19:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 17 320 2080251 cara-membangun-reputasi-perusahaan-clFWKhSiXA.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Reputasi perusahaan perlu dibangun bertahun-tahun tidak hanya di depan nasabah tetapi juga dimata pemangku kepentingan (stakeholders).

“Umumnya, perusahaan akan tangguh terhadap hoaks, karena mereka konsisten membangun reputasi dan menerjemahkan prinsip-prinsip humanistik dalam bisnisnya. Masih banyak perusahaan belum menjiwai konsep humanistik bisnis,” ujar paktisi data driven marketing dan pengamat corporate image Godo Tjahjono di Jakarta, Rabu (17/7/2019).

 Baca Juga: Kresna Graha dan Pakuwon Jati Masuk 200 Perusahaan Terbaik Asia

Menurutnya, salah satu kunci menjaga corporate image adalah hubungan langsung antara representasi perusahaan, termasuk agen, dalam bersentuhan dengan nasabah dan stakeholders lainnya dalam prinsip-prinsip humanistic business yakni goodness, respect dan dignity.

Seperti juga umumnya di industri lain, ungkap Godo, informasi hoax di industri asuransi berasal dari pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan dari pihak lainnya dan sejauh ini dilakukan melalui berbagai tindakan penyebaran berita bohong untuk menutupi tindakan penipuan asuransi.

"Termasuk melalui kampanye gelap guna merusak citra perusahaan, antara lain membangun narasi proses klaim nasabah yang tidak mudah oleh perusahaan,” tambahnya.

 Baca Juga: 10 Perusahaan Tbk Skala Menengah Terbaik di Asia, Nomor 6 dari Indonesia

Sementara itu, Head of Corporate Communications Allianz Indonesia menanggapi bahwa tidak mudah untuk mempertahankan image korporasi apalagi di era digital komunikasi yang tidak terbatas yang rentan dengan gempuran hoaks.

“Informasi hoax di industri asuransi seperti juga umumnya di industri lain berasal dari pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan dari pihak lainnya dan sejauh ini dilakukan melalui berbagai tindakan penyebaran berita bohong untuk menutupi tindakan penipuan asuransi termasuk melalui kampanye gelap guna merusak citra perusahaan, antara lain membangun narasi proses klaim nasabah yang tidak mudah oleh perusahaan,” tambahnya.

Tercatat, PT Asuransi Allianz Life Indonesia membukukan laba bersih (net income) sebesar Rp 792,7 miliar di tahun 2018, atau meningkat 152% dibandingkan tahun sebelumnya.

Tingkat kepuasan nasabah terhadap pelayanan agen Allianz juga menunjukkan peningkatkan sebesar 67% per 2018, meliputi tingkat responsif agen, kemudahan untuk dihubungi, kemauan untuk membantu dan sikap kepedulian terhadap nasabah.

"Dari sisi jumlah nasabah, perusahaan mencatat pertumbuhan 4,7% dibandingkan dengan tahun 2017. Kondisi kesehatan keuangan perusahaan dapat dilihat juga dari tingkat rasio kecukupan modal atau Risk-Based Capital Ratio (RBC) yang berada pada posisi 328% per Desember 2018," ujarnya. (Sindonews)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini