nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Defisit APBN 2019 Kian Melebar, Tembus Rp183,7 Triliun pada Juli

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 26 Agustus 2019 12:38 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 26 20 2096645 defisit-apbn-2019-kian-melebar-tembus-rp183-7-triliun-pada-juli-d7SBAkf4RF.jpg Defisit APBN 2019 Kian Melebar (Foto: Okezone/Taufik)

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatatkan realisasi defisit Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Juli 2019 sebesar Rp183,7 triliun. Angka itu setara dengan 1,4% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

 Baca Juga: Defisit APBN 2019 Melebar, Tembus Rp135,7 Triliun pada Semester I

Realisasi defisit ini mengalami peningkatan bila dibandingkan periode yang sama tahun 2018. Saat itu, defisit APBN sampai dengan 30 Juli 2018 mencatat defisit Rp151,0 triliun atau setara 1,02% terhadap PDB.

"Dibandingkan Juli tahun lalu memang defisit meningkat. Total defisit anggaran sampai Juli adalah Rp183,7 triliun, dalam hal ini lebih besar dibandingkan defisit Juli lalu sebesar Rp151 triliun," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Senin (26/8/2019).

 Baca Juga: Sri Mulyani Pamer Realisasi APBN 2019 ke DPR

Menurut dia, defisit terjadi disebabkan realisasi belanja yang tumbuh lebih tinggi dibandingkan pendapatan negara.

"Defisit ini dihasilkan dari realisasi pendapatan sampai dengan Juli 2019 sebesar Rp1.052,8 triliun atau setara 48,6% dari target APBN. Angka ini tumbuh 5,9% dari periode yang sama di tahun sebelumnya, tutur dia.

 Defisit APBN 2019 Melebar

Dia menjelaskan, realisasi belanja sampai Juli 2019 sebesar Rp1.236,5 triliun atau setara 50,2% target APBN. Angka ini tumbuh 7,9% dibandingkan periode yang sama di 2018.

"Pertumbuhan belanja negara 7,9%. Di mana belanja kementerian/lembaga (K/L) Rp419,9 triliun, atau tumbuh 11,7%, dan belanja non K/L Rp 341,6 triliun atau tumbuh 6,4%" ungkap dia.

 Anggunnya Sri Mulyani Kenakan Kebaya Hijau di Sidang Tahunan MPR

Sri Mulyani mengakui bahwa realisasi defisit sampai dengan Juli melebihi perhitungannya. Hal tersebut diakibatkan pertumbuhan realisasi belanja yang lebih cepat dibanding pendapatan negara.

"Realisasi defisit tidak serendah yang tadinya kita rencanakan. Sebab penerimaan negara lebih lemah dan belanja negara yang sangat kuat," katanya.

Dia juga memastikan bahwa pihaknya akan menjaga keseimbangan anggaran akan terjaga sesuai dengan target awal pemerintah.

"Kita akan menjaga keseimbangan anggaran," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini