nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menko Luhut Tentang Habibie: Teladan yang Patut Dicontoh

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 12 September 2019 17:36 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 12 320 2104080 menko-luhut-tentang-habibie-teladan-yang-patut-dicontoh-tN7jfPdjNZ.jpg Menko Maritim Luhut Pandjaitan (Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menyebut sosok B.J. Habibie sebagai teladan. Pasalnya, sosok Presiden Ketiga Indonesia ini terkenal berani dan tak takut untuk kehilangan jabatan.

Salah satu contohnya adalah ketika Laporan Pertanggung Jawabannya sebagai presiden ditolak oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) pada 1999 lalu. Ketika itu, Habibie memutuskan mundur dari pencalonan sebagai presiden pada 1999.

 Baca juga: BJ Habibie Tutup Usia, Ini Daftar 12 Gelar Kehormatan di Dunia Keinsinyuran

Tak hanya itu, setelah tak menjabat sebagai Presiden, Habibie juga masih berkontribusi terhadap negara. Beberapa ide dan masukannya banyak dipakai oleh pemerintah bahkan hingga saat ini.

 Habibie

Menko Luhut juga menambahkan, sosok Habibie juga dinilai lebih sering membagikan nasihatnya dibandingkan mencampuri urusan orang lain setelah dirinya pensiun. Hal inilah yang menurut Luhut bisa dijadikan contoh dan suri tauladan bagi siapapun.

 Baca juga: Wejangan BJ Habibie untuk Presiden, SDM di Indonesia Harus Diisi 3 Unsur Ini

“Saya kira teladan ini patut dicontoh. Beliau berani mengatakan 'saya tidak terus, saya berhenti'," ujarnya saat ditemui di Djakarta Theater, Jakarta, Kamis (12/9/2019)

Diberitakan sebelumnya,Presiden Ketiga RI, BJ Habibie telah menghembuskan nafas terakhirnya kemarin petang. Habibie wafat di ruang CICU, Paviliun Kartika RSPAD Jakarta Pusat.

 Baca juga: Presiden Jokowi: Pesawat Gatot Kaca Inspirasi Rakyat untuk Percaya Diri

Menurut Putera Kedua Habibie, Thareq Kemal Habibie, ayahnya meninggal pukul 18.05 WIB. Ia menyebut penyebabnya adalah faktor usia.

"Saya harus menyampaikan ini, bahwa Ayah saya, Presiden Ketiga RI, BJ Habibie meninggal dunia pukul 18.05 WIB," ujar Thareq beberapa waktu lalu.

Ia menyebut faktor lainnya adalah karena jantung yang sudah melemah. Ia mengapresiasi dokter yang sudah berusaha semampunya untuk menyembuhkan Habibie.

"Jantungnya sudah berhenti beraktifitas, seperti yang saya bilang, karena umur dan aktifitas yang banyak," kata Thareq.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini