nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Akibat Kabut Asap, Menhub Bocorkan Kerugian Maskapai Penerbangan

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 16 September 2019 17:38 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 16 320 2105537 akibat-kabut-asap-menhub-bocorkan-kerugian-maskapai-penerbangan-vIuFvni9Qw.jpg Menhub soal Kerugian Maskapai Penerbangan akibat Kabut Asap (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa ada kerugian yang dialami oleh maskapai penerbangan. Hal ini seiring dengan pembatalan penerbangan akibat kabut asap pada beberapa wilayah di Indonesia.

"Dampak dari kabut asap itu. Pasti ada kerugian karena ada delay kan. Delay itu bagi penerbangan itu kerugian. Kalau delay-nya lebih dari 2 jam itu kan mereka harus membatalkan ya. Ada kerugian tapi belum tahu berapa jumlahnya," ujar dia di Kompleks Senayan DPR RI Jakarta, Senin (16/9/2019).

 Baca Juga: Menhub Sebut Kabut Asap Belum Berdampak ke Penerbangan di Sumatera dan Kalimantan

Dia menuturkan, Kemenhub mempunyai pengalaman bahwa kabut asap ini tidak lama. Namun jangka panjang tak ada satu instrumen yang bisa menyelamatkan satu kepekatan atau feasibility yang signifikan.

"Jadi harapannya kita memang ingin cara penyelesaian tidak adanya pembakaran hutan itu," ungkap dia.

 Baca Juga: Akibat Kabut Asap, Bandara Supadio Pontianak Hentikan Semua Penerbangan

Dia menambahkan bahwa paling terdampak kabut asap itu di daerah Pontianak, Kalimantan Barat. Pada daerah itu, sebabkan pesawat terbang harus extand atau tetap tinggal di bandara.

"Sedangkan untuk di bandara Samarinda kabut asap tidak setebal yang ada di Pontianak. Kami sedang melakukan evaluasi yang di Kalbar itu pada titik yang membuat operasional itu stagnasinya banyak. Kalau stagnasinya banyak sekali mungkin lebih baik kita tidak operasi ya. Tapi kalau Samarinda belum separah itu. Ada, tapi tidak separah itu," katanya.

 Karhutla

Sebelumnya, Maskapai Garuda Indonesia membatalkan 12 penerbangan dari Jakarta ke beberapa wilayah di Kalimantan ataupun sebaliknya. Pembatalan dilakukan akibat kabut asap, Minggu (15/9/2019).

Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia M Ikhsan Rosan mengungkapkan, keputusan tersebut mempertimbangkan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan khususnya dengan jarak pandang penerbangan yang terbatas yang berisiko terhadap keberlangsungan operasional penerbangan.

Keputusan itu kata Ikhsan juga berdampak terhadap sejumlah penerbangan Garuda Indonesia yang mengalami keterlambatan maupun pengalihan penerbangan.

"Berbagai antisipasi tersebut turut berdampak terhadap sejumlah rotasi penerbangan, untuk itu kami mengimbau penumpang untuk melakukan pengecekan secara berkala jadwal penerbangan mereka," kata Ikhsan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini