nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

OJK Minta Bantuan Google Hentikan Fintech Ilegal

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 23 September 2019 17:47 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 23 320 2108307 ojk-minta-bantuan-google-hentikan-fintech-ilegal-2fbOwE7Y0g.jpg OJK Minta Google Hentikan Fintech Ilegal (Foto: Ist)

JAKARTA - Maraknya perusahaan financial technology (fintech) membuat pemerintah menyiapkan langkah-langkah pencegahan. Misalnya dengan meminta bantuan beberapa pihak seperti Google.

 Baca Juga: BI Beberkan Bukti Fintech 'Sikat' Layanan Perbankan

Ketua Satuan Tugas Waspada Investasi Tongam L Tobing mengatakan, dirinya sempat meminta Google untuk menyaring aplikasi pinjaman online yang masuk di appstore. Namun menurutnya, Google sendiri mengaku kesulitan karena ada sekitar 8 juta aplikasi yang ada di apsstore.

“Kemajuan teknologi saat ini sangat besar, kita sudah minta Google tapi tidak bisa karena mereka tidak bisa menahan aplikasi baru yang masuk. Bayangkan setiap hari aplikasi yang masuk ke Google ada 8 juta,” ujarnya saat ditemui di JCC Senayan, Jakarta, Senin (23/9/2019).

 Baca Juga: Sri Mulyani Bocorkan Cara Pajaki Fintech

Selain itu lanjut Tongam, hal yang bisa dilakukan oleh regulator adalah gencar melakukan edukasi kepada masyarakat, sehingga pemahaman terkait fintech online semakin meningkat.

 Fintech

Tongam meminta juga kepada masyarakat jika ingin meminjam kepada pinjol bisa ke pinjol yang legal. Bisa melakukan pemeriksaan di kontak center OJK di nomor 157.

“Cek dulu daftarnya, kita nggak tau mereka yang ilegal itu siapa, server yang digunakan juga di luar negeri. Mereka itu selali meminta izin untuk mengakses semua kontak yang ada di hp, kalau tidak diizinkan ya tidak terjadi pinjaman itu. Tolonglah jangan sembarangan kalau pinjam,” katanya.

Menurut Tongam, fintech ilegal ini harus ditertibakn. Karena kebanyakan masyarakat di Indonesia menilai jika pinjaman melalui fintech lending memiliki bunga yang tinggi.

Dia mengungkapkan, hal ini terjadi karena pesatnya pertumbuhan fintech ilegal yang meresahkan. Hingga saat ini saja lanjut Tongam, satgas sudah menghentikan sekitar 1.400 aplikasi atau entitas fintech ilegal, namun mereka muncul lagi dengan nama yang baru.

“Kan sekarang banyak yang merasa diteror bunganya tinggi, fee-nya tinggi, semua kontak diakses oleh mereka,” ucapnya.

 Fintech

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini