nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Anggaran Kartu Sembako Rp28,1 Triliun, Orang Miskin Dapat Rp150.000/Bulan

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 26 September 2019 14:27 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 26 20 2109609 anggaran-kartu-sembako-rp28-1-triliun-orang-miskin-dapat-rp150-000-bulan-s4ZYwnGRjf.jpeg Dirjen Anggaran Kemenkeu Askolani (Foto: Giri/Okezone)

JAKARTA - Kementerian Keuangan menganggarkan Rp372,5 triliun untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah, miskin dan rentan miskin pada tahun 2020 mendatang. Dari jumlah tersebut, Rp28,1 triliun dialokasikan untuk bantuan pangan atau yang disebut kartu sembako.

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani mengatakan, dengan anggaran sebesar itu, akan mengakomodir sebanyak 15,6 juta keluarga miskin. Nantinya, setiap keluarga miskin akan memperoleh bantuan sebanyak Rp150.000 naik dari sebelumnya sebesar Rp110.000 per keluarga.

Baca Juga: Curhat Sri Mulyani ke DPR: APBN 2020 Dihadapkan Dinamika Global hingga Geopolitik

"BPNT dievaluasi, kembali diperkuat dalam bentuk kartu sembako. Perubahannya per bulan ditingkatkan dari Rp110.000 menjadi Rp150.000 ini menjadi nendang," ujarnya dalam acara bincang santai di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (26/9/2019).

Tak hanya dari sisi nominal saja, pemerintah juga memperluas komoditas yang dapat dibeli oleh masyarakat menggunakan kartu sembako tersebut. Namun Askolani masih belum bisa menyebutkan komoditas apa yang nantinya bisa dibeli oleh pemegang kartu tersebut.

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Terdepresiasi 50 Poin 

"Dulu hanya beras, sekarang diperbanyak oleh Kemensos apakah minyak atau yang lain. Namanya kartu sembako. Ini tentunya awal untuk perbaikan pemanfaatan, perluasan dari kebijakan ini tentunya dengan didukung oleh pelaksanaan kebijakan yang sudah ada," jelasnya.

Askolani berharap adanya penambahan bantuan dan perluasan komoditas yang dapat diperoleh masyarakat, jumlah masyarakat miskin di Indonesia bisa tekan. Saat ini angka kemiskinan Indonesia berada di angka single digit atau di kisaran 9%.

Baca Juga: RUU APBN 2020 Disahkan Jadi UU di Tengah Aksi Demo

Dalam RPJMN 2020-2024, pemerintah menargetkan angka kemiskinan dan ketimpangan bisa turun lagi Selain itu, pemberian bantuan ini juga diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat yang kemudian berdampak pada pertumbuhan ekonomi.

"Bansos ini diberikan tetap untuk masyarakat menengah ke bawah, membantu orang miskin bisa sekolah, menuju puskesmas. Maka manfaatnya adalah satu mengurangi orang miskin, menjaga dan meningkatkan daya beli. Sehingga konsumsi RT tetap sebagai pendukung ekonomi ke depan," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini