Beli Barang Lebih dari USD75, Pelaku Jastip Wajib Bayar Ini

Adhyasta Dirgantara, Jurnalis · Jum'at 27 September 2019 17:21 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 27 20 2110168 beli-barang-lebih-dari-usd75-pelaku-jastip-wajib-bayar-ini-3Hgonx5qVs.jpg Bea Cukai soal Bisnis Jastip (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Jika kamu adalah pelaku bisnis jasa titip (jastip), coba perhatikan beberapa peraturan ini. Jastip memang menguntungkan dengan pembeli yang membludak karena ingin mendapatkan berbagai barang mewah dari luar negeri.

 Baca Juga: Ada 422 Transaksi Jastip hingga September 2019, Terbanyak dari 6 Negara Ini

Pasalnya, banyak pelaku jastip yang nakal karena melenceng dari peraturan. Perlu diingatkan kembali, barang dagangan yang boleh dibawa dari luar negeri tidak boleh lebih dari USD75. Lebih dari itu, maka akan terkena berbagai macam biaya dan pajak.

Jastip ini melanggar Peraturan Menteri Keuangan nomor 203/PMK.04/2017 tentang Ketentuan Ekspor dan Impor Barang yang Dibawa oleh Penumpang dan Awak Sarana Pengangkut.

"Jika lebih dari USD75, maka akan dikenakan bea masuk sebesar 7,5%, ppn 10%, PPh seperti tercantum di pasal 22, kalau punya NPWP 10%, kalau tidak punya 20%," kata Direktur Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi di Gedung Sulawesi Kantor Pusat Bea Cukai, Jakarta, Jumat (27/9/2019).

 Baca Juga: Bisnis Jastip Nakal Terbongkar, Ternyata Begini Aksinya Gelapkan iPhone 11

"Kalau tidak punya NPWP dikenakan 20% biar apa? Biar mereka segera bikin NPWP," tambah Direktur Teknis Kepaebeanan Fadjar Donny Tjahjadi.

 Bea Cukai

Sebagai informasi, jika barang yang kamu bawa bukanlah barang dagangan, melainkan barang pribadi, maka kamu akan mendapatkan pembebasan nilai sebesar USD500. Jika barang tersebut merupakan barang dagangan, maka kamu perlu membayar persyaratan di atas.

Selain meminta para pelaku jastip untuk membayar, Bea Cukai juga mewajibkan mereka mencantumkan NPWP. Jadi, petugas bisa tahu apakah orang ini hanya titip atau dagang.

"Orang yang sudah patuh pajak akan kita lindungi sebesar-besarnya. Kita harap para pengusaha tidak melakukan hal-hal seperti itu lagi," harap Heru.

Seperti yang diketahui, Bea Cukai juga telah melakukan penyesuaian nilai pembebasan bea masuk dan pajak dalam rangka impor (PDRI) atas barang kiriman lewat e-commerce, dari sebelumnya USD100 menjadi USD75 per orang per hari yang mulai berlaku sejak Oktober 2018.

 E-commerce

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini