nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hari Kopi Internasional, Berikut Sejarah Kopi dalam Perekonomian RI

Adhyasta Dirgantara, Jurnalis · Selasa 01 Oktober 2019 05:34 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 30 320 2111153 hari-kopi-internasional-berikut-sejarah-kopi-dalam-perekonomian-ri-S8zneUSyTb.jpg Kopi (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA - Peringatan Hari Kopi Internasional di Indonesia dilaksanakan tiap tanggal 1 Oktober. Penetapan Hari Kopi ini diresmikan pada Maret 2014 dan dimulai pada 1 Oktober 2015.

Adapun tujuan dari dilaksanakannya peringatan ini adalah untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas kopi nusantara, serta mempromosikan peningkatan konsumsi kopi nusantara. Tidak hanya Indonesia, banyak negara-negara di dunia juga ikut merayakan hari kopi internasional.

Seperti yang kita ketahui, kopi merupakan salah satu minuman yang digemari di Indonesia. Kepopuleran minuman ini ditandai dengan beredarnya kedai-kedai kopi mulai dari warung-warung kecil hingga kafe mewah dengan harga yang variatif seperti coffee shop.

Baca Juga: Menilik Kesiapan Kopi Bajawa untuk Mendunia

Tidak hanya menjamur di dalam negeri, kopi Indonesia juga meluas ke luar negeri. Buktinya saja pada tahun 2018 Indonesia sukses mengekspor 430.000 hingga 450.000 ton kopi. Jika ditotal, keuntungan nilai ekspor kopi mencapai Rp16,8 triliun pada tahun lalu.

Sekilas sejarah peran kopi dalam perekonomian

Dikutip dari Jurnal Bumi, Kopi sebagai minuman pertama kali dipopulerkan oleh orang-orang Arab. Biji kopi dari Abyssinia dibawa oleh para pedagang Arab ke Yaman dan mulai menjadi komoditas komersial. Di masa awal, bangsa Arab memonopoli perdagangan biji kopi.

Baca Juga: Awas, Jangan Berani-Berani Ketuk Pintu Bekas Apartemen Jack Ma!

Memasuki abad ke-17 orang-orang Eropa mulai mengembangkan perkebunan kopi sendiri. Pertama-tama mereka mengembangkannya di Eropa, namun iklim di sana tidak cocok untuk tanaman kopi. Kemudian mereka mencoba membudidayakan tanaman tersebut di daerah jajahannya yang tersebar di berbagai penjuru bumi. Upayanya berhasil, orang-orang Eropa mampu menggeser dominasi bangsa Arab dalam memproduksi kopi.

Di Indonesia sendiri, sejarah kopi dimulai pada tahun 1696 ketika Belanda membawa kopi dari Malabar, India, ke Jawa. Mereka membudidayakan tanaman kopi tersebut di Kedawung, sebuah perkebunan yang terletak dekat Batavia. Namun upaya ini gagal karena tanaman tersebut rusak oleh gempa bumi dan banjir.

Hingga akhirnya di tahun 1907 upaya Belanda mendatangkan spesies lain yakni kopi robusta (Coffea canephora) berhasil. Hingga saat ini perkebunan-perkebunan kopi robusta yang ada di dataran rendah bisa bertahan.

Baca juga: Tepati Janji, Hari Ini Jack Ma Pensiun saat Alibaba Berusia 20 Tahun

Pasca kemerdekaan Indonesia tahun 1945, seluruh perkebunan kopi Belanda yang ada di Indonesia di nasionalisasi. Sejak itu Belanda tidak lagi menjadi pemasok kopi dunia.

Mengacu pada Badan Pusat Statistik 2017, perkembangan produksi kopi Perkebunan Besar (PB) dari tahun 2015 sampai dengan 2017 mengalami fluktuatif. Pada tahun 2015 produksi kopi sebesar 36,98 ribu ton menurun menjadi 31,87 ribu ton pada tahun 2015 atau terjadi penurunan sebesar 13,84%. Tahun 2017 produksi kopi menurun menjadi 30,29 ribu ton atau penurunan sebesar 4,95%.

Baca juga: Penuh Emosional, Jack Ma Kenang 20 Tahun Alibaba dari Apartemen Lamanya

Apabila dilihat menurut provinsi, produksi kopi yang dihasilkan oleh PB terbesar pada tahun 2017 berasal dari Provinsi Jawa Timur dengan produksi sebesar 27,7 ribu ton atau 4,15% dari total produksi Indonesia.

Produksi kopi Indonesia sebagian besar diekspor ke mancanegara dan sisanya dipasarkan di dalam negeri. Ekspor Kopi alam Indonesia menjangkau lima benua yaitu Asia, Afrika, Australia, Amerika, dan Eropa dengan pangsa utama di Eropa. Pada tahun 2016, lima besar negara pengimpor Kopi alam Indonesia adalah United States, Jerman, Malaysia, Italia, dan Rusia. Volume ekspor ke Unites States mencapai 63,253 ribu ton atau 13,52% dari total volume ekspor kopi Indonesia dengan nilai USD256,466 juta.

Peringkat kedua adalah Jerman, dengan volume ekspor sebesar 44,74 ribu ton atau 9,56% dari total volume kopi Indonesia dengan nilai USD104,021 juta. Peringkat ketiga adalah Malaysia, dengan volume ekspor sebesar 43,151 ribu ton atau 9,22% dari total volume ekspor kopi Indonesia dengan nilai USD86,968 juta. Peringkat keempat adalah Italia dengan volume ekspor 38,1 ribu ton atau sekitar 8,15% dari total volume ekspor kopi Indonesia dengan nilai USD79,655 juta. Peringkat kelima adalah Rusia dengan volume ekspor 36,92 ribu ton atau 7,89% dari total volume ekspor Kopi alam dengan nilai USD75,564 juta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini