nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sedapnya Usaha Kedai Kopi, Balik Modal Hanya dalam 6 Bulan

Rizqa Leony Putri , Jurnalis · Selasa 01 Oktober 2019 06:46 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 30 320 2111195 sedapnya-usaha-kedai-kopi-balik-modal-hanya-dalam-6-bulan-EF61QLQARH.jpeg Kopi (Foto: Okezone.com/Leony)

JAKARTA - Kopi merupakan salah satu minuman yang tengah populer saat ini. Tak bisa dipungkiri, kedai kopi banyak bermunculan di berbagai tempat, mulai dari kota besar hingga ke daerah kecil.

Indonesia sendiri merupakan salah satu negara eksportir kopi paling besar di dunia. Kopi Indonesia yang memiliki cita rasa luar biasa dari sekian banyak jenis kopi kian digemari lintas usia. Tak heran, usaha minuman kopi masih bisa dianggap sebagai bisnis yang menjanjikan. Hingga saat ini, banyak pengusaha Indonesia memulai bisnis kopi, dari kedai kopi tradisional hingga kafe-kafe modern.

Baca Juga: Menilik Kesiapan Kopi Bajawa untuk Mendunia

Senada, pengusaha kedai kopi Musikalitas Garden Coffee Bogor Rizky Barka Wicaksana, mengaku memilih bisnis ini karena potensi di dunia perkopian ini dinilai sangat krusial. Selain itu, ia menyukai bagaimana kopi dapat membuat orang berkumpul dan bertemu satu sama lain.

"Awalnya saya melihat apa yang membuat mereka bisa tahan lama untuk duduk berjam-jam hanya membuat canda tawa dan begitu seterusnya," ujar Barka, Selasa (1/10/2019).

Tak perlu modal yang terlalu besar jika dibandingkan dengan bisnis lainnya, membuat bisnis kopi kian menjamur di negeri ini. Barka mengaku ia membutuhkan biaya yang tak begitu besar untuk membuka sebuah kedai kopi, serta membeli alat-alat, seperti mesin grinder dan lain-lain.

kopi

Dalam menjalani bisnis kedai kopi, penting sekali untuk memilih lokasi dan pasar yang strategis. Siapa yang akan menjadi target pasar, dan bagaimana strategi pemasaran yang dipakai dalam meraih pangsa pasar tersebut. Hal ini pun ia lakukan dengan memilih lokasi yang terdekat dengan kampus. Lokasi yang dinilai strategis dalam mencapai target pasar mahasiswa.

Tak hanya itu, Barka juga kerap menggunakan strategi promo dalam menjalankan bisnisnya. Hal ini ia lakukan demi menarik minat konsumen untuk datang ke kedainya. "Karena targetnya mahasiswa, promonya seperti menunjukkan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM), lalu langsung dapat potongan harga," tutur pria yang telah terjun di bisnis ini dua tahun lamanya.

Ia pun memilih cara yang tak menghabiskan banyak biaya dalam memasarkan produk dan kedainya. Melalui media sosial Instagram, Barka memanfaatkan fitur Instastory untuk membuat keberadaan kedainya diketahui secara luas. Ia menganggap sosial media punya pengaruh yang besar dalam menjalankan bisnis. Dengan fitur yang serba praktis, pelaku usaha hanya tinggal mempromosikan produknya, lalu semua orang bisa dengan mudah melihatnya.

Baca Juga: Banten Miliki Potensi Penghasil Kopi Terbaik

Siapa sangka, bisnis yang juga diawali karena kegemarannya minum kopi, kini bisa mendapatkan omzet hingga menyentuh angka Rp1 juta hanya dalam satu hari dalam kategori normal. Meski menghadapi kendala dalam banyaknya pesaing, ia tetap dapat mencapai Break Even Point (BEP)-nya hanya dalam waktu 6 bulan saja.

"Kalau hambatan pasti ada saja, tapi tinggal bagaimana kita menyikapinya, dan bagaimana kita mengatur pengeluaran market kopi ini di pasar," jelasnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini