nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengintip Sistem Penerbangan di Papua, Perlu Pilot Khusus?

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 03 Oktober 2019 20:29 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 03 320 2112605 mengintip-sistem-penerbangan-di-papua-perlu-pilot-khusus-EVKYAY79FW.jpg Mengintip Penerbangan di Papua (Foto: Ist)

JAKARTA - Mantan Direktur Sertifikasi dan Kelaikan Udara (DSKU) Kementerian Perhubungan Christian Bisara memberikan gambaran terkini tentang sistem penerbangan yang ada di Papua. Hal ini sebagai respons mengenai banyaknya pertanyaan tentang sistem penerbangan di Papua yang dinilai berbahaya.

 Baca Juga: Perhatian! Penerbangan dari Bandara Halim Dialihkan ke Soetta hingga 5 Oktober

Menurut Christian, sebenarnya penerbangan menuju Papua sudah relatif aman. Sebab setiap Bandara yang ada di Papua sudah dilengkapi oleh sistem pengamatan penerbangan.

"Tentang infrastruktur, di Papua sudah dipasang ADS-B sebagai sistem pengamatan (surveillance) penerbangan," ujarnya di Kementerian perhubungan, Jakarta, Kamis (3/10/2019).

 Baca Juga: Viral Pesawat Tertiup Angin saat Takeoff, Bikin Deg-degan!

Menurut Christian, dengan teknologi ADS-B (automatic dependent surveillance-broadcast), petugas pengatur lalu lintas penerbangan akan memperoleh informasi detail tentang penerbangan. Biasanya informasi yang didapatkan dari para petugas pengatur lalu litas penerbangan adalah terkait posisi, kecepatan, mode-S address, arah, callsign, dan lain-lain.

Sementara untuk implementasi teknologi ADS-B dalam penerbangan dapat meningkatkan keselamatan dan kapasitas ruang udara.

Namun efektivitas implementasinya harus dibarengi dengan teknologi yang ada di pesawat udara. "Harus dipasang GPS-route. Enggak mahal juga, sebenarnya," ucapnta.

 Penerbangan

Meski demikian, Chsristian menyebutkan jika instrumen apapun yang digunakan selayaknya tetap terbang VFR (Visual Flight Rules). "Penerbangan menggunakan visual itu menjadi kekhususan di Papua," ucanya

Sementara itu, pengamat penerbangan Chappy Hakim menyebut jika penerbangan di Papua yang disebut buzz flying area dianggap riskan dan membutuhkan pilot yang memiliki keterampilan plus. Namun sebenarnya, penerbangan di mana saja sama.

"Dengan mengacu dan patuh pada regulasi, penerbangan akan selamat (safe). Menggunakan IFR (instrumet flight rules) ataupun VFR, safety atau keselamatan penerbangan tetap nomor satu," katanya.

Masalah Penerbangan

Pusat Studi Air Power Indonesia (PSAPI)membahas masalah Flight Information Region (FIR). Pendiri PSAPI Chappy Hakim belum bisa memberikan secara rinci apa yang menjadi masukan untuk diimplementasikan.

"Pemerintah saat ini sedang fokus membahas tentang FIR. Jadi, untuk saat ini pembahasan persoalan FIR dalam diskusi kita kali ini akan dicatat sebagai masukan," ucap Chappy.

Berbagai masukan menarik tentang FIR memang disampaikan para praktisi dan akademisi yang tergabung dalam PSAPI. Namun bahasan dengan masukan-masukan positif itu masih memerlukan kesimpulan kongkret yang akan menjadi solusi.

Penerbangan



Persoalan FIR menurut Chappy, memang saat ini dinilai masih sensitif untuk diungkap. Selain itu, masalah FIR ini memerlukan kajian yang sangat mendalam.

Menurut Chappy, terkait masalah FIR ini diperlukan beberapa masukan dari beberapa yang ahli di bidangnya terkait masalah FIR ini. Oleh karenannya, dirinya mengadakan forum ini untuk mengetahui apa yang perlu diperbaiki.

"PSAPI memang menjadi wadah berkumpulnya para praktisi dan akademisi dunia dirgantara untuk mendiskusikan semua hal tentang dirgantara nasional," kata Chappy,

“Kita berkumpul tanpa ada kepentingan lain selain peduli penerbangan dengan latar belakang berbeda-beda, sukarela untuk datang. Saya berharap komunitas ini akan menjadi think tank (wadah pemikir) dunia penerbangan di Indonesia,” imbuhnya.


1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini