Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sentimen Global Masih Bayang-bayangi IHSG Seminggu ke Depan

Fakhri Rezy , Jurnalis-Minggu, 06 Oktober 2019 |20:33 WIB
Sentimen Global Masih Bayang-bayangi IHSG Seminggu ke Depan
Saham (Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang konsolidasi menguat dalam sepekan depan. Pasalnya, sentiment global masih menjadi penentu pergerakan IHSG seminggu ke depan.

Pengamat pasar modal, Hans Kwee mengatakan, pergerakan IHSG pekan ini akan berada di support 5.997-5.900. “Untuk resistance di level 6.154 sampai 6.200,” ujarnya dalam keterangan, Minggu (6/10/2019).

 Baca juga: IHSG Berpotensi Rebound di Kisaran 6.000-6.100

Dirinya menjabarkan, pekan depan ada beberapa sentiment yang mempengaruhi pasar. Salah satunya meningkatnya prediksi penurunan suku bunga The Fed di Oktober dari 77% ke 93,5%. Hal ini tidak lepas dari data Automatic Data Processing yang kurang baik dan Indeks sektor jasa ISM juga turun ke 52,6 pada September dari 56,4 di bulan sebelumnya.

 IHSG

Indeks ketenagakerjaan juga merosot ke posisi 50,4 dari 53,1 pada Agustus, terlemah sejak Februari 2014.Laporan sektor manufaktur AS jugamemperlihatkan penurunan tajam indeks PMI ke level terendah dalam lebih dari 10 tahun.

 Baca juga: IHSG berpotensi Mixed di Kisaran 6.200-6.265

“Kurang baiknya data ekonomi Amerika berpeluang membawa Negara tersebut masuk ke resesi,” ujarnya.

Menurut consensus bloomberg kemungkinan A.S mengalami resesi sebesar 35%. Hal ini membuka harapan The Fed melakukan penurunan suku bunga di bulan Oktober.

Sementara itu, isu perang dagang masih akan menjadi perhatian pasar mengingat proses negosiasi perdagangan AS dan China akan kembali dilanjutkan pada 10 – 11 Oktober di Washington. Di mana Wakil Perdana Menteri China Liu He akan menjadi salah satu yang didelegasikan dari Beijing. Ada harapan terjadi kesepakatan tentatif dapat dicapai pada akhir tahun ini mengingat Donald Trump mungkin akan berusaha menghindarkan ekonomi AS jatuh ke resesi apalagi tahun depan adalah tahun pemilu.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement