nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cerita Wapres JK soal Bajak Laut Somalia: Itu Karena Nelayan Marah

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Selasa 08 Oktober 2019 14:34 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 08 320 2114282 cerita-wapres-jk-soal-bajak-laut-somalia-itu-karena-nelayan-marah-FHSz2085O1.jpg Wakil Presiden Jusuf Kalla (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyoroti pencurian ikan di lautan atau illegal fishing yang kerap menjadi permasalahan di Indonesia. JK bahkan berharap, agar lautan Indonesia bisa terjaga tak berakhir seperti yang terjadi di Somalia.

Dia berkisah, Somalia dikenal sebagai negara dengan sumber perikanan yang baik, utamanya pada komoditas tuna. Namun, illegal fishing yang terus menerus terjadi di wilayah lautan negara tersebut, membuat geram masyarakatnya sehingga pembajakan pun terjadi di lautan Somalia.

Baca Juga: Kabinet Jokowi-JK Berakhir, Menteri Susi: Ini Penenggelaman Kapal yang Terakhir

"Kalau bicara Somalia, pikiran kita adalah bajak laut. Itu terjadi karena nelayan marah, banyak nelayan dari negara-negara lain dengan kapal-kapal yang canggih datang mengambil ikan mereka. Sehingga bukan lagi mencari ikan, rakyat yang marah itu jadi mencari kapal (membajak)," ujarnya dalam pembukaan SDGs Annual Conference 2019 terkait Laut Berkelanjutan di Hotel Fairmont, Jakarta, Selasa (8/10/2019).

Sekedar diketahui, serangan bajak laut menjadi hal yang biasa di lepas pantai Somalia. Negara yang 'dihancurkan' saat perang tidak memiliki pemerintahan yang efektif sejak 1991. Hal itu membuat pembajak beroperasi di sepanjang wilayah lepas pantai, terlebih secara internasional wilayah laut yang digunakan untuk menjarah benar-benar lawless atau tak berhukum.

Wapres Jusuf Kalla

Mengingat kondisi wilayah Indonesia yang 78% merupakan lautan, maka perlu belajar dari apa yang sudah terjadi di Somalia. JK berharap para nelayan Indonesia tidak berakhir seperti nelayan di Somalia yang malah jadi pembajak.

"Mudah-mudahan nelayan di Maluku atau di Jawa, dan sebagainya tidak marah seperti (nelayan) di Somalia, karena habis sumber daya ikannya," katanya.

Oleh sebab itu, upaya menjaga kekayaan alam laut Indonesia memang menjadi fokus pemerintah, yang dalam hal ini dikerjakan oleh Menteri Keluatan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Salah satu Menteri Kabinet Kerja itu memang dikenal fokus mencegah illegal fisihing dengan jargon 'tenggelamkan!', lantaran kapal asing yang terbukti mencuri ikan di lautan Indonesia sering kali di tenggelamkan.

Wapres Jusuf Kalla

Namun JK menekankan, menghadapi illegal fishing juga diperlukan peran seluruh masyarakat Indonesia. Tak hanya itu, peran masyarakat juga diperlukan dalam menjaga keberlangsungan sumber daya di lautan Indonesia agar tidak rusak.

"Ini tentu harus menjadi upaya bersama dalam menjaga laut. Jangan biarkan sumber-sumber laut habis. Penting dalam menjaga kapasitas laut dan meningkatkan sumber daya manusia di pesisir," ungkap JK.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini